Beranda Headline Relawan PMI Karawang, Uci Sanusi Setia Mengabdi Sejak 2018 Tanpa Kenal Waktu

Relawan PMI Karawang, Uci Sanusi Setia Mengabdi Sejak 2018 Tanpa Kenal Waktu

16
PMI karawang
Dedikasi tanpa batas, Uci Sanusi jalani tugas sebagai relawan PMI Karawang hingga 12 jam setiap hari. (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Di saat banyak orang memilih berteduh dari panas atau beristirahat di malam hari, relawan PMI Karawang, Uci Sanusi, justru tetap berdiri di garis depan menjalankan tugas kemanusiaan. Sejak 2018, relawan PMI Karawang ini terus mengabdikan diri tanpa mengenal waktu dan kondisi.

Sebagai relawan PMI Karawang, Uci menjalani sistem kerja dua shift dengan waktu siaga hingga 12 jam, mulai pukul 07.00 hingga 19.00 WIB. Panas terik siang hari hingga udara dingin malam menjadi bagian dari rutinitas yang dijalani bersama sesama relawan PMI Karawang lainnya.

“Kita standby terus. Dari siang panas sampai malam dingin, ya sudah jadi bagian dari tugas,” ujarnya.

Baca juga: Kasus Kusta di Karawang Naik Jadi 226 pada 2025, Dinkes Gencarkan Deteksi Dini

Meski rumahnya masih berada di wilayah Karawang, relawan PMI Karawang ini kerap memilih tetap berada di posko demi menjaga kesiapsiagaan. Baginya, respons cepat menjadi hal utama dalam setiap tugas kemanusiaan yang diemban relawan PMI Karawang.

Perjalanan Uci sebagai relawan PMI Karawang dimulai dari pelatihan intensif di awal masa pengabdian. Selama satu minggu, ia ditempa dalam berbagai kondisi medan, mulai dari pegunungan hingga perairan, dengan pendekatan yang menguji fisik dan mental layaknya semi militer.

“Pelatihan awal itu medannya beda-beda, hampir seperti semi militer. Lebih ke pembentukan mental dan karakter,” jelas relawan PMI Karawang tersebut.

Dari proses itu, relawan PMI Karawang ini yang sebelumnya belum memahami penanganan korban kecelakaan, kini mampu berkontribusi langsung dan dipercaya di bagian logistik PMI Karawang.

Lebih dari sekadar tugas, Uci menemukan makna lain dalam pengabdiannya sebagai relawan PMI Karawang, yakni kuatnya rasa persaudaraan. Perbedaan usia dan latar belakang tidak menjadi penghalang, karena seluruh relawan PMI Karawang dipersatukan oleh tujuan kemanusiaan.

“Yang paling berkesan itu kebersamaannya. Kita nggak pandang umur, semuanya sama,” ungkapnya.

Di luar aktivitas kemanusiaan, relawan PMI Karawang ini juga bekerja di koperasi. Ia menegaskan bahwa menjadi relawan PMI Karawang bukan soal materi, meski terdapat honor dalam setiap kegiatan. Banyak relawan PMI Karawang lainnya tetap aktif di tengah kesibukan karena dorongan untuk membantu sesama.

“Ada kepuasan tersendiri. Ilmu yang kita pelajari bisa bermanfaat buat orang lain,” katanya.

Baca juga: DPRD Karawang Soroti Dugaan Pencemaran Sungai di Ciampel, Tunggu Hasil Uji Lab

Kecintaan Uci terhadap dunia kemanusiaan sudah tumbuh sejak masa sekolah saat aktif di Palang Merah Remaja (PMR). Pengalaman tersebut menjadi awal perjalanan panjangnya hingga kini sebagai relawan PMI Karawang.

Di tengah terik matahari dan dinginnya malam, relawan PMI Karawang ini tetap teguh pada pilihannya. Baginya, setiap waktu yang diberikan adalah bagian dari pengabdian.

“Senyamannya saya, saya akan tetap di PMI,” tutupnya. (*)