Beranda Headline Travel Umrah Karawang Data Jemaah di Arab Saudi, Opsi Charter Flight Disiapkan

Travel Umrah Karawang Data Jemaah di Arab Saudi, Opsi Charter Flight Disiapkan

14
Koperasi Asosiasi bersathu
Ilustrasi Jamaah Umrah dan Haji (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Ketua Koperasi Asosiasi Kebersamaan Pengusaha Travel Haji dan Umrah (Bersathu), Rafiudin Firdaus, menyampaikan bahwa sekitar 300 anggota Bersathu saat ini masih melakukan pendataan menyeluruh terkait kondisi jemaah umrah.

Pendataan tersebut mencakup jemaah umrah yang masih berada di Arab Saudi, jemaah yang telah kembali ke Tanah Air, hingga yang dijadwalkan berangkat menjelang akhir Ramadan.

“Sekitar 300 anggota Bersathu masih melakukan pendataan, baik untuk jemaah umrah yang masih tertahan, sudah pulang, maupun yang akan berangkat dalam waktu dekat,” ujar Rafiudin, Kamis (5/3).

Baca juga: Wabup Maslani Hadiri Tarawih Keliling di Cilamaya Wetan, Pererat Silaturahmi Ramadan

Antisipasi Jika Jemaah Umrah Tertahan

Menurut Rafiudin, apabila ada jemaah umrah yang tertahan di Arab Saudi, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pihak travel dari sisi operasional, tetapi juga pada kondisi psikologis jemaah serta keluarga mereka di Indonesia.

“Kalau ada yang tertahan, otomatis biaya operasional bertambah, mulai dari hotel, konsumsi, hingga kebutuhan lainnya. Selain itu, tekanan psikologis juga muncul karena keluarga di rumah tentu terus menanyakan kepastian kepulangan,” katanya.

Meski demikian, ia memastikan hingga saat ini tidak ada jemaah umrah dari Sanema Tour yang tertahan di Arab Saudi. Seluruh jemaah disebut dalam kondisi aman dan terus terpantau oleh pihak travel.

Opsi Charter Flight Disiapkan

Sebagai langkah antisipasi, 300 anggota Bersathu bersama asosiasi travel haji dan umrah terus berkoordinasi untuk menyiapkan berbagai kemungkinan, termasuk opsi penggunaan charter flight apabila situasi mendesak.

“Saat ini kami masih fokus melakukan pendataan. Jika nantinya diperlukan dan ada kepastian, opsi charter flight bisa menjadi solusi,” ujar Rafiudin.

Ia menilai dampak paling besar dirasakan oleh jemaah umrah yang menggunakan penerbangan dengan sistem transit melalui sejumlah negara Teluk, seperti Qatar, Uni Emirat Arab, dan Oman.

“Yang paling terdampak adalah jemaah umrah dengan penerbangan transit. Banyak yang harus menunggu kepastian penerbangan lanjutan untuk bisa kembali ke Tanah Air,” ucapnya.

Baca juga: Jalur Disabilitas di Depan Mega M Karawang Tertutup Reklame, Satpol PP Diminta Bertindak

Penerbangan Langsung Masih Normal

Rafiudin menjelaskan, jemaah dengan rute transit melalui Qatar, Abu Dhabi, Dubai, maupun Oman harus berganti pesawat sebelum melanjutkan perjalanan menuju Madinah atau Jeddah. Situasi ini membuat jadwal kepulangan mereka sangat bergantung pada kebijakan penerbangan di negara transit tersebut.

Sementara itu, penerbangan langsung atau direct flight dinilai masih relatif aman dan berjalan normal. Maskapai seperti Saudia, Garuda Indonesia, dan Lion Air disebut masih melayani rute langsung tanpa penundaan berarti.

“Untuk penerbangan direct, jalurnya berbeda dan sampai hari ini masih normal. Bahkan malam ini ada jemaah umrah kami yang pulang menggunakan Saudia dan tetap sesuai jadwal,” pungkasnya. (*)