
JAKARTA- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional berada dalam kondisi aman dan telah melampaui batas minimal cadangan nasional. Pemerintah juga menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi melalui pembangunan fasilitas penyimpanan baru.
Bahlil menjelaskan, kapasitas daya tampung cadangan BBM Indonesia selama ini masih terbatas, yakni maksimal sekitar 25 hari. Meski demikian, cadangan nasional saat ini berada pada kisaran 23 hari, atau di atas standar minimal yang selama ini dipertahankan pemerintah.
“Cadangan nasional kita minimal 20 sampai 23 hari. Sekarang BBM kita sudah 23 hari, jadi sudah di atas standar minimal cadangan nasional,” ujar Bahlil kepada awak media di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto seperti dilansir dari setkab.go.id, Rabu (4/3/2026).
Baca juga: Ali Khamenei Tewas Terkena Serangan Militer AS-Israel
Menurut Bahlil, salah satu tantangan utama dalam memperbesar cadangan energi nasional adalah keterbatasan fasilitas penyimpanan. Karena itu, Presiden Prabowo mengarahkan agar pemerintah segera membangun infrastruktur storage baru agar kapasitas cadangan bisa ditingkatkan.
“Kalau kita ingin stok sampai 60 hari, pertanyaannya mau taruh di mana? Kita tidak punya storage yang cukup. Makanya arahan Bapak Presiden agar segera membangun fasilitas penyimpanan baru,” katanya.
Pemerintah menargetkan pembangunan fasilitas penyimpanan tersebut dapat meningkatkan cadangan energi nasional hingga mencapai tiga bulan. Saat ini, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah alternatif lokasi pembangunan, salah satunya di wilayah Sumatra.
Baca juga: Presiden Prabowo Pimpin Pemakaman Kenegaraan Try Sutrisno, Negara Beri Penghormatan Terakhir
Selain memperkuat infrastruktur cadangan, pemerintah juga memantau potensi dampak konflik global terhadap pasokan energi. Bahlil memastikan hingga saat ini kondisi pasokan energi nasional masih relatif aman.
“Kalau sampai sekarang belum terganggu. Tapi ke depan kalau perang berlangsung lama tentu bisa berdampak. Namun untuk satu sampai dua bulan ke depan insyaallah masih clear,” ujarnya.
Sebagai langkah mitigasi, pemerintah juga melakukan diversifikasi sumber impor minyak mentah. Bahlil menegaskan sebagian besar impor BBM Indonesia, khususnya bensin, berasal dari kawasan Asia Tenggara sehingga relatif tidak terdampak langsung dinamika di Timur Tengah.
Ia juga memastikan pasokan LPG nasional tetap dalam kondisi aman.
Langkah penguatan cadangan energi dan pembangunan fasilitas penyimpanan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional, terutama menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, ketika kebutuhan masyarakat biasanya meningkat.













