
KARAWANG – Jalan Tuparev Karawang menjadi salah satu kawasan yang menyimpan jejak penting sejarah perkembangan kota sejak masa kolonial Belanda. Di balik ramainya aktivitas pusat kota saat ini, Tuparev Karawang ternyata pernah menjadi jalur trem bersejarah sekaligus kawasan pecinan yang tumbuh bersama perdagangan di masa lampau.
Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Karawang, Obar Subarja, mengatakan Jalan Tuparev Karawang merupakan salah satu jalan tertua yang dibangun Belanda di pusat kota.
“Kalau Jalan Tuparev itu memang salah satu jalan paling tua yang dibuat Belanda di pusat Kota Karawang. Diperkirakan dibangun sekitar abad ke-19,” kata Obar saat diwawancarai melalui sambungan telepon.
Menurutnya, sebelum Jalan Tuparev Karawang dibangun, wilayah Karawang telah memiliki jalur lama peninggalan kerajaan yang dikenal sebagai jalur Pajajaran atau Highway Pajajaran. Jalur tersebut membentang hingga Purwakarta, Wanayasa, Tomo, sampai Kawali.
Obar menjelaskan, nama Tuparev Karawang sendiri belum digunakan pada tahun 1914. Pada masa itu, jalan tersebut dikenal dengan nama Grootpostweg van Batavia naar Krawang, bagian dari jalur pos besar yang menghubungkan Batavia dengan Karawang pada era kolonial.
Baca juga: Kompor Batik Listrik, Inovasi Anak Karawang untuk Pendidikan dan Pelestarian Budaya
Hal tersebut terlihat dalam Peta Topografi Karawang Tahun 1914. Dalam peta itu, pusat kota sudah tampak berkembang dengan jaringan jalan utama, rel kereta, hingga permukiman di sekitar kawasan yang kini dikenal sebagai Tuparev Karawang dan Pasar Lama.
Pada peta tersebut juga terlihat kawasan “Krawang Koelon” dan “Krawang Wetan” yang dipisahkan oleh aliran sungai. Jalur rel kereta tampak melintas di dekat pusat kota lama dan terhubung langsung dengan kawasan perdagangan. Sementara area berwarna hijau menunjukkan wilayah yang kala itu masih didominasi lahan terbuka dan perkebunan.
“Dulu pusat kota memang berkembang di sekitar jalur perdagangan dan rel kereta. Makanya kawasan Tuparev Karawang, Pasar Lama, sampai pecinan menjadi pusat aktivitas masyarakat waktu itu,” ujar Obar.
Pernah Jadi Jalur Trem dan Kawasan Pecinan
Selain dikenal sebagai kawasan kota lama, Jalan Tuparev Karawang juga memiliki sejarah transportasi yang penting. Kawasan tersebut dahulu dilintasi jalur trem Karawang–Rengasdengklok pada masa kolonial Belanda.
“Dulu jalur trem itu mulai dari stasiun lama di Pasar Lama, lalu melewati Tuparev sampai ke Rengasdengklok. Jadi nilai sejarah Tuparev Karawang sangat tinggi,” jelasnya.
Tak hanya itu, kawasan sekitar Tuparev Karawang dan Pasar Lama sejak dahulu juga dikenal sebagai pusat perdagangan masyarakat Tionghoa. Deretan toko dan bangunan tua membentuk suasana pecinan yang menjadi bagian penting dari sejarah ekonomi Karawang.
Menurut Obar, nuansa kota lama di kawasan tersebut sebenarnya masih terasa, meski banyak bangunan bersejarah kini telah berubah fungsi menjadi pertokoan modern.
“Dulu pusat perdagangan banyak di situ. Makanya suasana kota lamanya masih terasa walaupun bangunannya sudah banyak berubah,” katanya.
Baca juga: Kejari Serang Bongkar Dugaan Pungli “Uang Taktis” di BPN Kota Serang, Enam Tersangka Ditahan
Ia menambahkan, bangunan stasiun lama di kawasan Pasar Lama hingga kini masih berdiri, meski kondisinya tertutup aktivitas pedagang kaki lima dan tampak kurang terawat. Padahal, bangunan tersebut merupakan stasiun pertama di Karawang sebelum jalur kereta dipindahkan ke stasiun yang digunakan saat ini.
Belakangan, Tuparev Karawang mulai digagas menjadi kawasan kota tua bernuansa wisata sejarah dan kuliner malam. Gagasan tersebut mengemuka saat kegiatan Napak Tilas Mahkota Binokasih yang dihadiri Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Obar menilai konsep tersebut dapat menjadi identitas baru bagi Karawang, selama tetap mempertahankan unsur sejarah dan karakter asli kawasan.
Ia berharap penataan kawasan dilakukan secara rapi, tertata, dan memiliki ciri khas tersendiri agar berbeda dari pusat keramaian lainnya.
“Yang penting penataannya harus unik dan rapi supaya karakter kota tuanya tetap terasa,” pungkasnya. (*)













