Beranda Nasional Presiden Prabowo Pimpin Pemakaman Kenegaraan Try Sutrisno, Negara Beri Penghormatan Terakhir

Presiden Prabowo Pimpin Pemakaman Kenegaraan Try Sutrisno, Negara Beri Penghormatan Terakhir

22

JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung upacara pemakaman kenegaraan Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno, di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta, Senin (2/3/2026).

Prosesi tersebut menjadi simbol penghormatan tertinggi negara atas pengabdian almarhum kepada bangsa dan Tentara Nasional Indonesia.

Try Sutrisno wafat dalam usia 90 tahun di RSPAD Gatot Soebroto pada pukul 06.58 WIB di hari yang sama. Kepergiannya menandai berakhirnya kiprah salah satu tokoh militer dan negarawan yang pernah menduduki posisi strategis sebagai Panglima ABRI periode 1988–1993 serta Wakil Presiden RI periode 1993–1998.

Baca juga: Ali Khamenei Tewas Terkena Serangan Militer AS-Israel

Sekitar pukul 13.30 WIB, jenazah tiba di TMP Kalibata setelah sebelumnya diserahterimakan dari pihak keluarga kepada negara dalam prosesi di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta. Penyerahan dilakukan perwakilan keluarga dan diterima oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto sebagai representasi negara.

Presiden Prabowo berjalan tepat di belakang peti jenazah yang diselimuti bendera Merah Putih, mengiringi hingga ke liang lahat. Peti tersebut diusung prajurit TNI menuju tempat peristirahatan terakhir, diiringi suasana khidmat dan penghormatan militer.

Upacara diawali laporan Komandan Upacara Kolonel Inf. Benny Angga kepada Presiden selaku inspektur upacara, dilanjutkan pembacaan riwayat hidup singkat almarhum. Dalam prosesi Apel Persada, Presiden Prabowo menyampaikan penghormatan resmi negara.

“Saya Presiden Republik Indonesia, atas nama negara, bangsa, dan Tentara Nasional Indonesia, dengan ini mempersembahkan ke persada Ibu Pertiwi jiwa raga dan jasa-jasa almarhum, nama Try Sutrisno, jabatan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6 periode 1993–1998, Panglima ABRI periode 1988–1993, putra dari Bapak Subandi almarhum,” ujar Presiden.

Kepala Negara juga berharap keteladanan almarhum menjadi warisan moral bagi generasi penerus. “Semoga jalan darmabakti yang ditempuhnya dapat menjadi suri teladan bagi kita semuanya dan arwahnya mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Besar,” imbuhnya.

Pemakaman kenegaraan ini tidak hanya menjadi perpisahan terakhir bagi seorang tokoh bangsa, tetapi juga penegasan penghormatan institusi negara terhadap jejak pengabdian panjang Try Sutrisno dalam sejarah perjalanan Republik.