Beranda Headline Karawang Walking Tour 2026 Ajak Warga Susuri Jejak Sejarah Kota

Karawang Walking Tour 2026 Ajak Warga Susuri Jejak Sejarah Kota

51
Karawang Walking Tour
Peserta Karawang Walking Tour 2026 saat mengunjungi Klenteng Sian Djin Ku Poh. (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Menjelang waktu Maghrib, suasana Kota Karawang terasa berbeda. Melalui program Karawang Walking Tour 2026, warga diajak menyelami napak tilas sejarah kota dalam balutan konsep wisata edukatif, Minggu (3/3/2026).

Sebanyak 30 peserta mengikuti Karawang Walking Tour 2026 dengan menyusuri sejumlah titik bersejarah, di antaranya Klenteng Sian Djin Ku Poh yang dikenal sebagai salah satu klenteng tertua di Jawa Barat, serta kawasan Banlintan yang menjadi saksi dinamika “Kota Padi”.

Pemandu wisata, Nada, menjelaskan bahwa Karawang Walking Tour 2026 telah dimulai sejak 2024 dengan mengusung konsep urban tourism. Ia merupakan alumni pariwisata Universitas Sebelas Maret (UNS) angkatan 2017 yang melihat masih banyak destinasi bersejarah di Karawang belum dikenal luas.

Baca juga: Berkah Ramadhan, Yayasan Profesor Kadirun Yahya Gelar Bazar Sembako Murah

“Konsep tur di kawasan bersejarah ini dimulai sejak 2024 dengan konsep urban tourism. Kami ingin mengenalkan sisi lain Karawang yang kaya sejarah,” ujarnya.

Menyusuri Jejak Sejarah Pecinan

Dalam rangkaian Karawang Walking Tour 2026, peserta diajak masuk ke dalam klenteng yang memiliki tiga bagian utama, yakni altar Ma Ku Po, kolam ritual lempar koin, serta pembahasan sejarah kawasan Kampung Benteng dan Ban Lin Tan.

Kawasan Ban Lin Tan dikenal sebagai lokasi pemakaman massal sekitar 10.000 orang Tionghoa dan pribumi yang dimakamkan dalam satu liang. Cerita-cerita sejarah tersebut menjadi daya tarik tersendiri dalam Karawang Walking Tour 2026.

Tak hanya itu, peserta juga diperkenalkan pada sejumlah bangunan bersejarah lain seperti rumah kepala KAI, hotel pertama di Karawang, hingga bioskop pertama yang berada di pusat kota.

Baca juga: Ketum PP Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah Meninggal Dunia

Wisata Edukasi Menanti Maghrib

Pengalaman unik dirasakan peserta karena tur dilakukan menjelang azan Maghrib. Selain menikmati suasana sore, mereka juga mendapatkan wawasan baru tentang sejarah Karawang.

“Senang bisa melihat peninggalan sejarah sambil menantikan azan Maghrib, apalagi mengunjungi Pecinan dan klenteng pertama,” ujar Deven, salah satu peserta.

Ia merekomendasikan Karawang Walking Tour 2026 karena cerita yang diangkat dinilai menarik dan membuka perspektif baru tentang Kota Karawang.

Ke depan, Nada menyebutkan destinasi berikutnya akan menyasar Desa Kauman yang dikenal sebagai lokasi pesantren pertama di Karawang. Melalui Karawang Walking Tour 2026, ia berharap warga semakin peduli terhadap cagar budaya dan dapat melihat Karawang lebih dekat, sesuai slogan komunitas tersebut. (*)