KARAWANG – Jalan amblas di Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, ternyata bukan peristiwa baru. Tak jauh dari titik jalan amblas terbaru, warga mengungkapkan bahwa jalan lingkungan di wilayah tersebut sudah mengalami amblas sejak sekitar satu tahun lalu, namun hingga kini belum mendapatkan penanganan permanen.
Kondisi jalan amblas ini membuat warga Desa Purwadana hidup dalam kekhawatiran berkepanjangan. Pasalnya, lokasi jalan lingkungan yang rusak berada dekat permukiman warga dan berbatasan langsung dengan aliran Sungai Citarum, sehingga sangat rawan terjadi longsor susulan, terutama saat debit air sungai meningkat pada musim hujan.
Baca juga: Populasi Ikan Endemik Sungai Citarum Tertekan Akibat Ikan Invasif
Dahlan, Ketua RT 05/03 Kampung Bibojong, Desa Purwadana, mengatakan warga telah hampir satu tahun dihantui rasa cemas akibat kondisi jalan amblas tersebut. Menurutnya, persoalan bermula saat air Sungai Citarum meluap dan menggerus bantaran sungai hingga menyebabkan longsornya jalan lingkungan.
“Warga tiap hari was-was, takut ada longsor susulan. Ini sudah hampir setahun,” ujar Dahlan saat ditemui, Senin (9/2).
Ia menjelaskan, beberapa bulan lalu pihak PUPR dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sempat datang ke lokasi jalan amblas untuk melakukan monitoring. Namun hingga kini, warga Desa Purwadana masih menunggu penanganan yang bersifat permanen dan menyeluruh.
Menurut Dahlan, musim hujan menjadi waktu paling menegangkan bagi warga yang tinggal di sekitar jalan lingkungan tersebut. Saat hujan deras mengguyur atau air Sungai Citarum mulai naik, banyak warga mengaku tidak bisa tidur dengan tenang karena khawatir terjadi longsor mendadak.
“Kalau sudah hujan besar, apalagi banjir, warga itu tidurnya nggak pernah benar-benar tenang. Selalu kepikiran takut tanahnya bergerak lagi,” ungkapnya.
Baca juga: Diduga Hantam Jalan Berlubang, Truk Terguling di Jalur Kosambi–Karawang
Ia juga menyebutkan bahwa dampak jalan amblas sudah dirasakan secara nyata oleh warga. Bahkan, satu rumah dilaporkan terdampak langsung hingga penghuninya terpaksa diungsikan ke tempat yang lebih aman.
Kekhawatiran warga semakin meningkat menyusul sejumlah kejadian tanah longsor yang terjadi di berbagai daerah belakangan ini. Warga Desa Purwadana berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen pada jalan lingkungan tersebut, mengingat kondisi tanah di bantaran Sungai Citarum dinilai semakin rentan jika dibiarkan tanpa penanganan serius. (*)














