
KARAWANG – Perayaan Milad Muhammadiyah ke-113 menjadi momentum penting bagi pengembangan pendidikan tinggi di Kabupaten Karawang dengan dilaksanakannya peletakan batu pertama pembangunan Universitas Muhammadiyah Bekasi Karawang (UMBK), Sabtu (20/12/2025).
Acara tersebut dihadiri Pengurus Daerah Muhammadiyah Karawang beserta jajaran, Rektor Universitas Muhammadiyah Bekasi Karawang, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, serta Ketua PDM Muhammadiyah Karawang. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen Muhammadiyah dalam memperkuat akses pendidikan tinggi di wilayah industri seperti Karawang.
Baca juga: Pelangi Nusantara, FKUB Karawang Perkuat Kerukunan Umat Beragama
Rektor Universitas Muhammadiyah Bekasi Karawang, Dr. H. Jaenudin, M.Pd., menyampaikan bahwa pembangunan kampus UMBK merupakan fondasi strategis bagi pengembangan institusi pendidikan yang unggul dan berdaya saing. Menurutnya, pembangunan ini tidak hanya menitikberatkan pada fisik bangunan, tetapi juga penguatan ekosistem akademik yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“Ground breaking ini menjadi langkah awal untuk mewujudkan Universitas Muhammadiyah Bekasi Karawang yang unggul, modern, dan berdaya saing global. Pembangunan kampus ini menjadi bagian dari visi UMBK sebagai Global Entrepreneur University,” ujarnya.
Pembangunan kampus Universitas Muhammadiyah Bekasi Karawang berlokasi di Jalan Interchange Karawang Barat, Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, tepatnya di kawasan Kantor PDM Kabupaten Karawang, Kompleks Masjid Al-Ghammar Muhammadiyah Karawang. Lokasi strategis ini diharapkan mampu menunjang pengembangan pendidikan tinggi yang terintegrasi dengan kawasan industri.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan serta Al Islam dan Kemuhammadiyahan UMBK, Epen, mengatakan pembangunan UMBK merupakan respons atas tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang berkualitas dan terjangkau. Ia menilai kehadiran Universitas Muhammadiyah Bekasi Karawang akan menjadi solusi bagi generasi muda Karawang untuk melanjutkan pendidikan di daerahnya sendiri.
“Pembangunan UMBK ini merupakan bukti nyata respons Muhammadiyah terhadap kebutuhan pendidikan tinggi masyarakat dan warga persyarikatan,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Fauzan, menegaskan bahwa pendidikan tinggi di Karawang harus berorientasi pada kebutuhan industri dan mampu memberikan solusi atas persoalan sosial di daerah. Menurutnya, perguruan tinggi tidak boleh bersifat eksklusif, melainkan hadir sebagai mitra masyarakat dan dunia usaha.
“Perguruan tinggi harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Pendidikan tinggi harus hadir memberi solusi, khususnya di daerah industri seperti Karawang,” ujarnya.
Baca juga: Mahasiswa UBP Karawang Diajak Refleksi Jatidiri Bangsa dalam Kuliah Kebangsaan
Ia juga berharap lulusan UMBK mampu terserap dunia kerja dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah. “Saya berharap tidak ada pengangguran dari kalangan sarjana. Muhammadiyah harus terdepan dalam menjawab tantangan tersebut,” tambahnya.
Wakil Ketua I Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Karawang, Masykur, menilai pembangunan kampus UMBK tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan, tetapi juga memperkuat dakwah Islam berkemajuan serta menciptakan ruang kompetitif bagi mahasiswa lintas latar belakang. (*)













