Beranda Headline Strategi Baru China: Cuti Menikah Lebih Lama untuk Genjot Populasi

Strategi Baru China: Cuti Menikah Lebih Lama untuk Genjot Populasi

25
Cuti menikah
Foto: Istock

beritapasundan.com – Dalam upaya meningkatkan angka kelahiran yang terus menurun, beberapa provinsi di China dilaporkan sedang mempertimbangkan perpanjangan cuti menikah. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menghadapi tantangan demografi, seperti menurunnya jumlah penduduk usia produktif dan meningkatnya populasi lansia.

Saat ini, cuti menikah standar di China berlangsung selama tiga hari. Namun, beberapa provinsi telah mengambil inisiatif untuk memperpanjang durasinya hingga lima hingga sepuluh hari. Provinsi lainnya bahkan sedang mengkaji kemungkinan untuk memberikan cuti menikah yang lebih lama.

Baca juga: Bahaya Tersembunyi Thrifting: Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

Langkah ini dinilai penting mengingat angka kelahiran di China mencapai titik terendah dalam beberapa dekade terakhir. Berdasarkan laporan resmi, pada tahun 2023, angka kelahiran negara itu hanya mencapai 6,77 per seribu orang, turun signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Para ahli menyebutkan bahwa perpanjangan cuti menikah dapat memberikan pasangan waktu lebih banyak untuk membangun keluarga, sehingga diharapkan dapat mendorong keputusan untuk memiliki anak. Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi keluarga muda.

Namun, efektivitas langkah ini masih menjadi perdebatan. Beberapa pihak berpendapat bahwa penyebab utama rendahnya angka kelahiran di China adalah biaya hidup yang tinggi, tekanan pekerjaan, dan kekhawatiran tentang pendidikan anak. Dengan demikian, kebijakan cuti menikah perlu didukung oleh langkah-langkah lain seperti subsidi pendidikan dan perumahan.

China, yang sebelumnya memberlakukan kebijakan satu anak selama beberapa dekade, kini menghadapi konsekuensi demografi dari kebijakan tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah mengubah pendekatan dengan mendorong pasangan untuk memiliki lebih dari satu anak melalui berbagai insentif dan kebijakan.

Baca juga: Dampak Buruk Teh untuk Balita: Menghambat Tumbuh Kembang Anak

Melalui perpanjangan cuti menikah, pemerintah berharap dapat menciptakan kondisi yang lebih kondusif bagi peningkatan angka kelahiran, meskipun tantangan besar masih menanti di masa depan. (*)