KARAWANG – Perum BULOG Cabang Karawang memastikan ketersediaan beras di wilayah Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi dalam kondisi aman menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hal tersebut disampaikan Pemimpin Cabang BULOG Karawang, Umar Said, yang menyebut stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) akhir tahun 2025 menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.
“Stok beras medium saat ini di seluruh gudang BULOG Karawang mencapai sekitar 125 ribu ton. Jumlah ini sangat aman untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama libur Natal dan Tahun Baru,” ujar Umar, Senin (29/12).
Umar menjelaskan, sepanjang tahun 2025 BULOG Karawang telah menyerap gabah dan beras dalam negeri sebanyak 96 ribu ton setara beras, melampaui target awal sebesar 94 ribu ton. Penyerapan tersebut terdiri dari gabah kering panen langsung dari petani sebanyak 131 ribu ton serta beras medium sebanyak 26 ribu ton.
Baca juga: Bupati Aep Bersama Forkopimda Monitoring Pelaksanaan Pilkades di 9 Desa
“Stok ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. Ketahanan stok bahkan dipastikan aman hingga Ramadan dan Idulfitri mendatang. BULOG siap melakukan intervensi pasar untuk menjaga stabilitas harga beras,” katanya.

Sebagai langkah penguatan pengawasan selama periode Nataru, BULOG juga mendirikan Posko Pemantauan Harga Pangan di pasar-pasar tradisional. Posko tersebut dibentuk serentak oleh seluruh Kantor Wilayah dan Cabang Perum BULOG di Indonesia, termasuk di wilayah kerja BULOG Karawang.
“Posko ini berfungsi sebagai pusat monitoring, koordinasi, serta respons cepat terhadap dinamika harga dan pasokan pangan di daerah,” ucap Umar.
Baca juga: Bukan Nama Sembarangan, Ini Rekam Jejak John Herdman yang Masuk Radar Timnas Indonesia
Melalui kegiatan monitoring, inspeksi mendadak, serta penguatan distribusi, BULOG menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Salah satunya melalui penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar-pasar tradisional.
Hingga akhir tahun 2025, BULOG Karawang telah menyalurkan sekitar 12 ribu ton beras SPHP ke berbagai outlet penjualan guna memastikan ketersediaan beras medium tetap terjaga dan masyarakat memperoleh akses beras dengan harga terjangkau.
“Realisasi penjualan beras SPHP tahun ini cukup besar, bahkan melampaui capaian tahun lalu. Kami terus bekerja keras agar masyarakat mendapatkan beras murah dengan kualitas baik dan harga tetap stabil,” tutup Umar. (*)














