Beranda Headline Selangkah Lagi, Robot Industrial Karya Mahasiswa Unsika Ikut Kontes Tingkat Nasional

Selangkah Lagi, Robot Industrial Karya Mahasiswa Unsika Ikut Kontes Tingkat Nasional

128
Mahasiswa Unsika perakit Robot Industrial (Foto: Ist)

KARAWANG- Ciptakan robot industrial, tim rebotik Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) lolos seleksi tingkat wilayah di ajang Kontes Robot Indonesia (KRI) 2023.

Dalam tim rebotik tersebut terdiri 4 orang mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, yakni; Agus Sutiyana, Dewa Aprilianto Wiyono, Muhammad Primasuri Anbiya dan Desvita Elvira Anyeler.

Saat ini mereka telah berhasil melalui 2 tahap dan tinggal menginjak 1 tahap lagi menuju tingkat nasional.

“Persiapan kita kurang lebih cuman 1 bulan, jadi kemarin ada 2x seleksi. Kita kebetulan lolos seleksi wilayah, kalau misal lolos seleksi wilayah nanti kita seleksi ke nasional,” ujar Dewa Aprilia Wiyono salah satu perwakilan dari tim rebotik Unsika pada Senin, (19/6).

Baca juga: Raih 25 Suara, Maman Suherman Terpilih Rektor Unsika Periode 2023-2027

Ia menjelaskan, diajang KRI 2023 timnya mengambil devisi Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI) dan membuat robot berjenis industrial.

Dewa menambahkan, selain devisi KRTMI masih ada beberapa devisi lain dan jenis robotnya terkategori, ada robot pencapit koin, robot tari, robot main bola dan lain-lain.

“Kita ngambil KRTMI, robotnya industrial. Jadi robotnya itu berfungsi ngambil koin, nanti si capitnya itu ngambil koin dan diletakan di layout-layout yang telah ditentukan,” jelasnya.

Perwakilan lainnya, Desvita Elvira Anyeler memaparkan, rebotik ini digarap secara regenerasi dan dalam satu tim menggarap tugas yang berbeda.

Baca juga: Bangkitkan Semangat Generasi Muda, BEM FE Unsika Gelar Seminar Nasional

“Pencetus awalnya tim pertama dan dosen pembimbing, ini dilanjutkan secara regenerasi. Ada open rekrutmen juga untuk regenerasi. Terus satu tim berisi 4 orang itu ada yang bagian mechanical, rakitan, program dan administrasi,” paparnya.

Di samping itu, Desvita mengungkapkan bahwa timnya mengalami kesulitan dalam merakit griper. Berhubung lombanya digelar pertahun dan kedepannya robot industrial tersebut akan disempurnakan melalui riset dan pembaharuan.

“Rencana kedepan kita akan menyempurnakan griper-nya, agak susah antara ngepasin dan nyapitnya. Kita masih perlu riset lagi, bagaimana caranya agar bisa diotomatis mencapit si koinnya itu,” ungkapnya.

“Intinya kita terus berusaha gimana caranya agar lolos ke tingkat nasional,” tutupnya.