JAKARTA- Resesi Seks yang terjadi disejumlah negara di Asia, nampaknya akan juga terjadi di Indonesia.
Negara-negara yang terancam mengalami resesi seks diantaranya Singapura, Korea Selatan dan Jepang.
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo, menyebut Indonesia kemungkinan juga berisiko mengalaminya.
Menurut Hasto di sejumlah kota/kabupaten di Indonesia ada yang mencatat zero growth atau nihil kelahiran baru. Gaya hidup disebut menjadi ‘biang kerok’ terjadinya peristiwa tersebut.
”Kalau wanita misalnya, nggak apa-apa aku nikah tua, nggak apa-apa misal aku nggak punya anak karena yang penting terayomi dengan suami,” kata Hasto seperti dilansir health.detik.com, Kamis (15/12/2022).
Baca juga: Partai Ummat Tak Lolos Verifikasi, Amien Rais Sebut Putusan KPU RI Janggal
Hasto membeberkan kasus nihil kelahiran baru ada di kabupaten/kota yang berada di Provinsi Jawa Timur, Yogyakarta, dan Jawa Tengah.
Misalnya, lanjut dia, Yogyakarta secara keseluruhan memiliki angka kelahiran rata-rata 2,2 bahkan di beberapa kabupaten/kota 1,9. Artinya, kebanyakan perempuan melahirkan kurang dari dua anak.
“Kalau kurang dari dua belum tentu melahirkan perempuan, karena potensinya 50:50, melahirkan laki-laki perbandingannya setengah, jadi kalau semua orang didorong anaknya segitu belum tentu punya perempuan,” jelasnya.
Idealnya, untuk mencapai pertumbuhan penduduk yang sesuai diperlukan minimal satu perempuan melahirkan satu anak perempuan. Sebab, jika kemudian semakin sedikit perempuan yang melahirkan, minus growth secara nasional tidak mungkin terjadi.
Baca juga: Resesi di Depan Mata, Jokowi Ajak Perkuat Kerjasama Antar Negara
Kendati demikian, Hasto optimis, karena BKKBN memiliki program fertilitas yang membantu dan memberikan layanan untuk program kehamilan banyak orang. Angka fertilitas di beberapa wilayah bisa menutupi ketinggalan tersebut.
”Iya harapan saya kabupaten sebelahnya masih 2,1 gitu, jadi kalau di Indonesia kan masih banyak itu cadangan provinsi dengan fertilitas tinggi, NTT itu 2,9, Aceh itu 2,7, Sumatera Barat 2,7, Sumatera Utara 2,5 lebih, jadi kita punya kantong-kantong bayi,” pungkas dia. (ddi)














