Beranda Headline Punya Rambut Gimbal, Siswa Asal Karawang Siap Pentas di Ajang Wajah Pesona...

Punya Rambut Gimbal, Siswa Asal Karawang Siap Pentas di Ajang Wajah Pesona Indonesia

141

KARAWANG- Muhammad Satria Bintang, murid SMPN 1 Kotabaru, Karawang akan mewakili Karawang dalam ajang Nasional Wajah Pesona Indonesia.

Ada yang unik, Muhammad Satria Bintang (14), Model Karawang terjun ke dunia modelling berawal dari bermain sepakbola.

Ia di rekrut oleh seseorang dari bidang film, orang tersebut tertarik dikarenakan rambut yang dimiliki.

Selanjutnya ia mulai berlatih di salah satu sanggar. Sejak berlatih di sanggar, ia telah syuting beberapa iklan.

“Masih sekitar 6 bulan saya terjun di modelling. Awalnya itu saya lagi main bola, ada orang yang bersangkutan di dunia perfiliman merekrut saya. Dia bilang tertarik karena rambut saya,” ujarnya

Pada September 2022 ia akan mengikuti ajang Wajah Pesona Indonesia. Perlombaan ini merupakan beauty pegeon tingkat nasional. Ia saat ini sedang mempersiapkan mental hingga kostum. Dalam satu minggu, ia mengikuti latihan 3 hingga 4 kali secara private.

“Kalau itu karena saya diarahin sama pelatih, orangtua dan diri sendiri juga mau. Mental yang paling utama saya siapkan dan sudah mulai menyiapkan kostum,” sambungnya.

Ia menambahkan pihak SMP Negeri 1 Kotabaru telah memberikan dukungan untuk mencapai cita-cita. Salah satu dukungan yang diberikan yakni tidak dipersulit saat meminta surat ijin. Selanjutnya ia memaparkan, pihak sekolah pun tidak mempermasalahkan perihal rambut.

“Kalau ijin itu ga dibuat ribet asal dapat berprestasi dan penting, bahkan saya juga diperbolehkan untuk karantina saat perlombaan nanti. Rambut juga tidak dipermasalahkan sama sekali asal kalau di sekolah di kuncir rapih,” imbuhnya.

Tian Nurmaya, ibu kandung mengungkapkan sebagai orangtua telah memberikan dukungan penuh. Ia menambahkan awal mula memang mendapat penolakan saat diarahkan ke dunia modelling.

Ia mengakui untuk mengatur waktu antara sekolah dengan karir sang anak mengalami kendala. Hal ini tidak menimbulkan paksaan kepada anak.

“Lumayan kerepotan ya awalnya, karena harus ada yang kita korbankan. Alhamdulillah anaknya mau diatur, saya juga tidak memaksa untuk bisa prestasi di bidang akademik. Sejauh ini masih bisa diatasi,” pungkasnya.

Artikulli paraprakKang RHD Sebut HUT Jabar ke-77 Harus Jadi Momen Kebangkitan UMKM
Artikulli tjetërPuluhan MWCNU Desak PBNU Terbitan SK Kepengurusan PCNU Karawang Periode 2022-2027 yang Sah