Beranda Ekonomi & Bisnis Pelaku UMKM Karawang Diminta Beradaptasi dengan Dunia Digital

Pelaku UMKM Karawang Diminta Beradaptasi dengan Dunia Digital

73
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Karawang, Rohman mengajak pelaku UMKM beradaptasi dengan dunia digital (Foto: Ist)

KARAWANG- Dinas Koperasi (Dinkop) dan UKM Karawang mengajak para pelaku Unit Mikro, Kecil dan Menengah untuk mulai beradaptasi dengan pesatnya digitalisasi.

Kepala Dinkopukm Karawang, Rohman menyampaikan, pemberitaan mengenai dropnya UMKM sedang ramai akhir-akhir ini.

Namun menurutnya, bagaimanapun keluhan masyarakat, perkembangan globalisasi tidak bisa dicegah. Sehingga satu-satunya jalan adalah berdaptasi dan menyesuaikan diri.

“Globalisasi gak bisa ditahan, kita harus mempersiapkan para pelaku UMKM untuk lebih memahami kaitan digital marketing,” ujarnya pada Senin, (25/9).

Baca juga: Imbas Tiktok Shop, Pedagang Pakaian di Karawang Gigit Jari, Omzet Merosot

Ia memaparkan, pada bulan April 2023 lalu pihaknya telah berupaya mengundang ratusan pelaku UMKM untuk dilatih menggunakan digital marketing.

Dari jumlah 130.000 pelaku UMKM di Karawang, ada sekitar 200 pelaku UMKM yang mengikuti pelatihan tersebut.

“Sementara kemarin itu kita bekerjasama dengan Labamu, jadi para pelaku UMKM bisa membuka lapak dan berjualan secara digital di aplikasi tersebut,” paparnya.

Rohman juga menggarisbawahi, ajakannya untuk melek digital tidak berarti dirinya berpihak pada penjual di Tiktokshop.

Baca juga: UBP Karawang Tak Wajibkan Skripsi, Mahasiswa Bisa Buat Aplikasi Hingga Projek Kewirausahaan untuk Lulus

Karena menurutnya, Tiktok tidak seharusnya menjadi lapak berjualan. Tiktok adalah aplikasi hiburan yang sifatnya berbeda dengan aplikasi market place (khusus jualan).

“Saya lebih setuju pemerintah (pusat) membatasi aplikasi tiktok, karena di tiktok itu murahnya parah jadi cukup merugikan market lain, dan sepertinya pendapatan penjualan didapat juga dari jumlah viewer dan gift. Jadi meskipun murah pendapatannya double,” katanya.

Meskipun begitu, ia menegaskan, masyarakat harus terus diberikan dorongan untuk melek digital agar mereka tidak kalah saing.

“Mulai dorong juga penerapan QRIS bagi pedagang disepanjang Tuparev-Kertabumi. Mau gak mau, masyarakat harus didorong untuk menerapkan digital marketing,” pungkasnya.