
Ia memaparkan, secara ideal seharusnya 1 ruang kelas maksimal diisi oleh 40 siswa. Tetapi, SDN Karangpawitan 3 mengalami kondisi urgen karena jumlah murid baru dan murid keluar sangat jomplang.
“Kemarin yang daftar 140 yang kita terima 130, sedangkan yang keluar (lulus) hanya 91 siswa. Berarti kan malah nambah ya,” paparnya.
Iwan mengaku, sebelumnya telah mengajukan permohonan penambahan kelas baru kepada pemerintah, tetapi hingga saat ini belum mendapat jawaban.
Baca juga: Ketua Dewan Pendidikan Karawang Evaluasi Carut Marut PPDB Tahun Ajaran 2023
Ia berharap pihak pemerintah mengetahui, memperhatikan dan membantu SDN Karangpawitan 3 yang saat ini tengah mengalami kebingungan.
“Selain berdesakan, ruang kelas yang langit-langitnya rusak parah juga terpaksa kami gunakan. Bingung saya juga,” kata Iwan.
“Mudah-mudahan pemerintah memerhatikan, jangan sampai bantuan salah sasaran. Yang sudah cukup ruangan malah dapat bantuan terus,” pungkasnya.













