
Dalam mengeksekusi pemeliharaan (khususnya kebersihan), pihak PUPR mengerahkan sejumlah waker, satgas dan mandor untuk bertugas.
“Kalau hari biasa, kita kerahkan waker (4 orang) secara shift untuk bertugas. Sedangkan kalau ada event, kita kerahkan waker, satgas, mandor sebanyak 50 sampai 70 orang,” jelas Dian.
Namun, PUPR sendiri menyayangkan karena upaya pemeliharaan yang dilakukan pihaknya seringkali berjalan kurang efektif. Menurut Dian, upaya pemeliharaan harus dibarengi juga dengan kesadaran merawat dari masyarakat.
Baca juga: Buntut Somasi, Kadis PUPR Karawang Datangi Kantor Forum Asosiasi Jasa Konstruksi
“Kamar mandi, di 2022 kita udah perbaikan 5 kali. Ganti kran, sedot WC, pembersihan. Terus kita pasang plang dan menghimbau masyarakat untuk turut menjaga, tapi hasilnya sampai sekarang masih kurang efektif,” katanya.
Kondisi lainnya, Karangpawitan saat ini terlihat tidak terawat, sampah bertebaran, tembok penuh coretan, kolam kotor dan tidak berair.
Dian menegaskan, meskipun upaya pemeliharaan seringkali berjalan kurang efektif, Karangpawitan tetap menjadi fasilitas umum yang harus dijaga bersama.
“Ini fasilitas umum, kita gak bisa larang masyarakat untuk jangan masuk. Bisa aja dipager kayak di Bandung dan daerah lainnya. Tertib dan efektif, tapi tidak bebas dan berbayar,” tegasnya.
Baca juga: Diduga Proyek Pokir di Monopoli Kabid PUPR, Ketua Gapensi Karawang Beri Ultimatum
Adapun perbaikan fasilitas yang akan dilakukan oleh pihak PUPR di tahun 2023 ini, antara lain; pengecetan, perbaikan kamar mandi, jetpam, satelit air dan juga per-pipa-an.
“Ayok kita sama-sama rawat, jangan hanya mengandalkan PUPR saja. Sebagai masyarakat, kita juga perlu meningkatkan kesadaran,” katanya.
“Bismillah, kita targetkan fasilitas umum Karangpawitan di tahun 2023 ini terawat dengan baik,” pungkasnya.













