
Selain itu, lanjut Dani, potensi wisata yang dimiliki Desa Wanajaya untuk P2WKSS memfokuskan pada pembekalan pelatihan, pembudidayaan ternak dan pembangunan kawasan Food Estate. Dirinya menilai, hal tersebut menjadi model penataan yang dapat memanfaatkan lahan persawahan dengan baik.
“Kawasan itu menjadi model bahwa persawahan bukan hanya menanam padi, tapi dapat dikembangkan dengan berbagai pertanian, peternakan dan mampu menjadi destinasi wisata. Sehingga petani bukan hanya mendapatkan uang dari menanam padi dan beras, tapi juga dari wisatanya, semoga daerah lain yang punya kawasan luas bisa mencontohkan ini,” katanya.
Dani menyebutkan, di tahun 2023 pelaksanaan lokasi P2WKSS akan bertempat di Kecamatan Cibarusah, dengan harapan dapat memajukan desa dan menjadi Desa Mandiri.
“Tahun depan akan diadakan di Kecamatan Cibarusah, sehingga tujuan dari P2WKSS untuk memajukan desa, meningkatkan pengembangan desa dan mampu menjadi desa yang mandiri dengan gotong royong, baik ekonominya, kesehatan, lingkungannya bisa tercapai.” tuturnya.
Baca juga: Jelang Nataru, Presiden Jokowi Pantau Harga di Pasar Cigombong Bogor
Pada kesempatan tersebut, dilaksanakan pula pengukuhan dan wisuda para perempuan yang terlibat dalam Sekoper Cinta.
Ketua TP-PKK Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya Ridwan Kamil, mengatakan Sekoper Cinta yang merupakan tempat belajar bagi perempuan di Jawa Barat ini sebagai upaya menjadi perempuan hebat dan berdaya yang dibekali dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan.
“Kita akan menjadi perempuan hebat dan berdaya, ketika ingin berdaya mereka harus diberikan dulu pembekalan, pengetahuan dan keterampilan. Kita harus mampu mengubah perempuan dari mulai kognisi, afeksi dan psikomotoriknya.” ucapnya.
Sementara itu Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, sejak didirikannya Sekoper Cinta sudah mencatat sebanyak 34.900 alumni yang lulus, untuk menjadi agen perubahan peranan perempuan di lingkungan sekitar.
“Ini menjadi apresiasi kita semua, karena para ibu yang sudah menjadi alumni Sekoper Cinta bisa menjadi inspirator, leader bagi peranan perempuan di lingkungannya masing-masing.” pungkasnya. (rls)













