Beranda News Jumlah Kebakaran di Sumedang Meningkat

Jumlah Kebakaran di Sumedang Meningkat

34
Sumber : Humas Sumedang

SUMEDANG, BEPAS – Kejadian kebakaran di wilayah Kabupaten Sumedang meningkat dari tahun lalu. Indikator itu terlihat dari laporan kejadian pada bulan Juli hingga awal Agustus 2019 saja terdapat 20 laporan kebakaran dalam skala besar.

Kepala Bidang Penanggulangan Kebakaran pada Satpol PP Kabupaten Sumedang, Dadan menyebutkan, angka kejadian kebakaran bukan tak mungkin bisa bertambah mengingat faktor cuaca kemarau yang disertai angin masih terus berlangsung. “Bulan Juli terlapor sudah 20 kasus kebakaran. Ini sangat tinggi dalam tempo satu bulan,” ujar Dadan, Minggu (11/8).

Ia memerinci, kejadian kebakaran terbesar terjadi di sebuah pabrik di Rancaekek yang berbatasan dengan Kabupaten Bandung. Kemudian kebakaran lima rumah sekaligus di Cimanggung dan tiga rumah sekaligus di Kecamatan Pamulihan. Dadan mengungkapkan, faktor terjadinya kebakaran didominasi oleh korseleting listrik dan faktor angin kemarau.

“Justru listriklah yang dominan jadi penyebab (kebakaran), kencangnya angin juga mempercepat api merambat. Kalau dari faktor (tabung) gas hanya di tempat-tempat tertentu,” urai Dadan.

Dari rentetan kejadian kebakaran pada Juli hingga awal Agustus saja, meski belum ada data resmi, kata Dadan, kerugian akibat kebakaran tersebut mencapai hingga Rp 14 miliar.

Dadan menambahkan, selain kebakaran yang terjadi pada rumah dan bangunan. Kebakaran juga terjadi pada lahan kebun atau lahan hutan. Kejadian kebakaran lahan banyak terjadi di wilayah Ujungjaya dan Tomo. Faktor penyebab kebakaran lahan kebanyakan adanya pembakaran secara sembarang oleh masyakarat di sekitar lahan. “Jadi biasanya warga membakar sampah atau ilalang dan tidak diawasi. Sehingga api bekas pembakaran biasanya merambat cepat ke lahan lainnya dan terjadilah kebakaran,” katanya.

Pihak Damkar, kata Dadan selama ini telah bekerja optimal dalam menangan setiap kasus kebakaran. Namun demikian, untuk pencegahan terjadinya kebakaran, pihak Damkar meminta warga agar berhati -hati terhadap setiap potensi penyebab kebakaran. “Lebih baik mencegah, kalau sudah terjadi akan memakan kerugian yang banyak. Saat ini pada musim kemarau perhatikan tungku pembakaran dan hindari pembakaran sampah secara sembarang atau tanpa pengawasan,” ujarnya.

Dadan mengatakan pihaknya kini sedang gencar melakukan sosialisasi tindakan pencegahan kebakaran ke sejumlah wilayah.(hms/red)

Artikulli paraprakCegah Kekerasan di Lingkungan Sekolah, Purwakarta Luncurkan Program ‘Mesra’
Artikulli tjetërIdul Adha 1440 H, SMA Korpri Bekasi Didik Siswa Sembelih Hewan Kurban