KARAWANG – Santriwan-santriwati Pondok Pesantren Roudhlotul Burhan Majalaya, Kabupaten Karawang Jawa Barat maksimalkan kegiatan produktif menjelang bulan suci Ramadhan.
Roudhlotul Burhan sendiri adalah pondok pesantren khusus tahfidz yang didirikan oleh Kang Amo Zakaria S.Pd pada tahun 2018.
Meskipun terbilang baru, pondok tersebut sudah memiliki 3 lembaga pendidikan formal (TKIT, SDIT dan SMPIT), jumlah santrinya kurang lebih mencapai 80 orang.
Kepala Sekolah SMPIT Ar Roudhoh Islamic School, Ratini S.Pd.I menyebutkan, saat ini para santri akan diliburkan sementara untuk melaksanakan munggah.
Nantinya akan masuk kembali pada 1 Ramadhan dengan kegiatan pasaran kitab.
“Kegiatan pondok itu subuh sampai jam 6, setelah magrib sampai jam 8. Lalu sampai malem jam 11 mengaji kitab kuning,” ujarnya saat diwawancarai pada Jum’at, 8 Maret 2024.
Berhubung Roudhlotul Burhan adalah pesantren dengan basic tahfidz, para santri/siswa siswi terus ditekankan untuk menghafal Al-Qur’an.
Baca juga: Simak! Ini 5 Tips Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa
Dalam sehari, minimal satu santri diberi target setor sebanyak 10 ayat. Meskipun siswa dan santrinya terbilang masih sedikit, Ratini turut bangga karena mereka seringkali berhasil ketika mengikuti ajang perlombaan tahfidz.
“Alhamdulillah kalau ada kegiatan lomba, khususnya saat forum pondok pesantren, santri disini selalu mendapatkan juara,” ungkapnya.
Guru pengajar tahfiz Ponpes Roudhlotul Burhan, Dede Ruhiyat Muslim menerangkan, dirinya hanya menerapkan sistem sorog (setor) dan murojaah (mengulang) hapalan untuk menggembleng anak-anak.
Tetapi hasilnya tidak mengecewakan, karena santri malah ada yang menyetorkan 30 ayat dalam satu hari.
Baca juga: Promo Ramadhan, Batiqa Hotel Karawang Suguhkan Menu Masakan Melayu
“Menghapal 15 menit saja, karena daya ingat anak-anak itu berbeda-beda. Setiap harinya ada setoran tidak ada libur, anak SD juga hapalan,” terangnya.
Berdasarkan pantauan, para santri terlihat sibuk dengan kegiatan masing-masing. Ada yang membuat karya, berlatih hadroh dan menghapal Al-Qur’an.
“Selain itu sebetulnya kita ada pencak silat, pramuka, paskibra juga,” katanya.
Pihaknya berharap, para santri di Pondok Pesantren Roudhlotul Burhan terus melakukan hal-hal produktif meskipun kondisi sekolah dan pesantren masih sederhana.














