Beranda Headline Hewan Langka Burung Rankong Ditemukan di Pegunungan Sanggabuana, Pertanda Apa ?

Hewan Langka Burung Rankong Ditemukan di Pegunungan Sanggabuana, Pertanda Apa ?

67
Burung Rangkong (Foto: Ist)

KARAWANG – Tiga jenis burung dari keluarga Bucerotidae atau Rangkong berhasil diidentifikasi oleh Sanggabuana Wildlife Ranger (SWR), Ranger yang dibentuk oleh Sanggabuana Conservation Foundation (SCF) di Pegunungan Sanggabuana, Jawa Barat.

Ketiga jenis rangkong ini adalah Julang Emas, Kangkareng Perut Putih, dan Enggang Cula. Teridentifikasinya 3 jenis Rangkong ini menambah banyak satwa dari jenis burung yang ada di Sanggabuana, yang sekarang menjadi 165 jenis burung yang sudah berhasil teridentifikasi.

Sebelumnya menurut Deby Sugiri Plt. Direktur Eksekutif SCF, jenis burung Rangkong yang teridentifikasi baru dua, yaitu Julang Emas (Rhyticeros undulatus) dan Enggang Cula (Buceros rhinoceros). Namun pada Oktober 2023 teridentifikasi satu jenis lagi, yaitu Kangkareng Perut Putih (Anthracoceros albirostris) ada di kawasan hutan Sanggabuana.

Baca juga: Marak Pemburu Liar, Keanekaragaman Hayati Gunung Sanggabuana Terancam

Deby Sugiri yang juga aktif sebagai anggota Sanggabuana Wildlife Ranger menyebut bahwa tiga jenis Rangkong ini mempunyai arti penting bagi kelangsungan keanekaragaman hayati Pegunungan Sanggabuana.

Pasalnya burung Rangkong yang mendapat julukan sebagai petani hutan ini merupakan pemakan buah-buahan berbiji dan membantu menyebarkan biji-bijian ke seantero hutan di kawasan Pegunungan Sanggabuana.

“Selain itu, ketiga jenis Rangkong ini merupakan satwa langka dilindungi dalam daftar tumbuhan dan satwa dilindungi dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No 106 Tahun 2018. Sampai bulan Oktober 2023 total sudah 41 jenis satwa dilindungi yang ada dalam Permen 106/2018 yang teridentifikasi ada di Sanggabuana.” Lanjut Deby dalam keterangannya, Senin, 9 Oktober 2023.

Selain sebagai satwa dilindungi yang berperan penting untuk mereboisasi hutan, ketiga jenis burung berparuh besar ini juga merupakan satwa terancam punah yang masuk dalam IUCN Red List dan CITES.