Beranda Pernak Pernik Ending: Misteri Santet di Desa Tertutup

Ending: Misteri Santet di Desa Tertutup

34
Misteri santet

Nyi Sari, dengan wajah yang terlihat lelah dan penuh luka batin, berusaha mengumpulkan seluruh kekuatan gaib yang tersisa dalam dirinya. Ia memejamkan mata dan mulai merapalkan mantra pelindung, tangannya gemetar namun tegas. Udara di sekitar mereka mulai berubah, terasa lebih ringan dan hangat. Cahaya samar berwarna kebiruan muncul dari tanah di sekitar Nyi Sari, mendorong bayangan-bayangan gelap yang dibangkitkan oleh Mbah Karso.

Mbah Karso tertawa sinis, “Kau pikir kekuatanmu yang tersisa bisa menghentikanku, Sari? Kau sudah terlalu tua, kekuatanmu sudah usang!”

Namun, Nyi Sari tidak goyah. “Aku mungkin sudah lemah, tapi aku tidak sendirian,” gumamnya dengan suara yang semakin kuat. “Roh-roh leluhur desa ini akan melindungi mereka yang layak, dan menghukum mereka yang tamak.”

Mbah Karso menghentikan tawanya sejenak, matanya menyipit curiga. Sebelum ia bisa bereaksi lebih lanjut, terdengar gemuruh dari bawah tanah, seolah ada kekuatan besar yang menggeliat di bawah permukaan bumi. Tanah di sekitar altar mulai retak, dan akar-akar beringin yang besar mencuat dari dalam tanah, melingkari tubuh Mbah Karso dengan cepat.

“Apa ini?!” teriak Mbah Karso, berusaha membebaskan diri, namun akar-akar itu semakin kuat mencengkeramnya.

Baca juga: Kamis Misteri: Perjalanan Mencekam Jalur Angker Solok-Padang

Nyi Sari tetap berdiri tegap, matanya terbuka dan tatapannya penuh keyakinan. “Ini adalah akhir dari kutukanmu, Karso. Kekuatan yang kau panggil tidak bisa kau kendalikan selamanya.”

Mbah Karso berteriak dalam amarah dan keputusasaan. Namun, kekuatannya mulai pudar, dan akar-akar itu semakin erat membelit tubuhnya, menyeretnya perlahan ke dalam tanah. Sebelum tubuhnya tenggelam sepenuhnya, Mbah Karso sempat memandang Ardi dengan mata penuh kebencian.