Beranda Headline DPRD Karawang Dorong Penegak Hukum Selesaikan Kasus Korupsi Uprating PDAM

DPRD Karawang Dorong Penegak Hukum Selesaikan Kasus Korupsi Uprating PDAM

63

BEPAS, KARAWANG – Menyikapi aksi demo Masyarakat Independen Karawang Bersatu (MIKB) yang menuntut agar kasus PDAM tidak dipeti-eskan dan secepatnya ada penahanan terhadap tersangka, DPRD Kabupaten Karawang menegaskan akan mendorong dan memberikan dukungan kepada pihak Kejaksaan Negeri Karawang untuk memberikan kepastian hukum atas kasus tersebut.

 

Suryana, dari Fraksi Partai Golkar mengatakan, DPRD akan memberikan support dan dukungan atas apa yang menjadi tuntutan MIKB.

Namun demikian, kata Suryana, DPRD hanya bisa memberikan support bahwa penegakan hukum harus dikedepankan.

“Dewan ranahnya hanya bisa men-support secara moral saja, dan mengeluarkan rekomendasi adanya kepastian hukum agar kasus PDAM ini segera diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya menjelaskan.

Seperti dikabarkan sebelumnya, setelah sempat mengamuk karena mendapati gedung DPRD kosong melompong. Dan melakukan sweeping ke seluruh ruangan.

Akhirnya, para pengunjuk rasa dari Masyarakat Independen Karawang Bersatu (MIKB) ini diterima oleh tiga orang anggota DPRD.

Dihadapan para anggota dewan yang menemui mereka, perwakilan massa pengunjuk rasa, Hendra, meminta ketiga anggota DPRD itu untuk menandatangani pakta integritas kaitan kasus Uprating PDAM yang dinilai mangkrak selama 3 tahun lebih.

Baca juga: Kasus Uprating PDAM Mangkrak 3 Tahun, DPRD Karawang Didemo

Pakta Integritas ini adalah bentuk pernyataan DPRD untuk mendorong pihak penegak hukum segera memberikan kepastian hukum atas kasus PDAM Tirta Tarum Karawang yang sebelumnya telah menetapkan 3 tersangka atas kasus tersebut.

Selain itu, para pengunjuk rasa juga memberikan simbol ayam betina dan tolak angin kepada tiga Anggota DPRD, yakni Toto Suripto Fraksi PDIP, Suryana Fraksi Partai Golkar dan Dedi Rustandi Fraksi Pangkal Perjuangan.

Yang mengandung makna, agar para anggota DPRD periode 2019-2024 ini tidak lemah seperti betina dan tidak masuk angin atas kasus tersebut.

“Dengan memberikan simbol tolak angin dan ayam betina ini, kami berharap anggota DPRD tidak masuk angin dan tetap mendorong agar tersangka kasus PDAM segera ditahan, sehingga diharapkan PDAM dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tandasnya. (nna/kie)

Artikulli paraprakProgram Perbaikan Gizi Penting untuk Mencegah Stunting
Artikulli tjetërBaliho ‘Gina Bupati Karawang’ Bertebaran, Endang Sodikin: Mesin Partai Sudah Dipanaskan