KARAWANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karawang mencatat sebanyak 29.009 warga terdiagnosis Diabetes Melitus (DM) sepanjang Januari hingga Oktober 2024. Data ini dihimpun dari seluruh puskesmas dan rumah sakit di wilayah Karawang.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Yayuk Sri Rahayu, mengungkapkan bahwa penyakit ini terbanyak dialami kelompok usia 40 hingga 59 tahun, dengan jumlah mencapai 14.701 orang. “Pada usia pertengahan, jumlah pengidapnya mencapai 1,9 persen dari total keseluruhan 29.009 orang,” jelasnya.
Baca juga: Dinkes Karawang Imbau Masyarakat Terapkan PHBS untuk Cegah Penyebaran Cacar Monyet
Di urutan kedua, kelompok lansia di atas 60 tahun mencatat jumlah 13.183 penderita. Sementara itu, kelompok usia 15 hingga 39 tahun memiliki 1.123 penderita, dan kelompok anak-anak di bawah usia 15 tahun sebanyak dua orang.
Jenis Diabetes Melitus (DM)
Menurut Yayuk, Diabetes Melitus (DM) terbagi dalam dua tipe, yakni tipe 1 dan tipe 2. DM tipe 1 biasanya disebabkan oleh kerusakan pada sel beta pankreas atau gangguan autoimun. Tipe ini umumnya terjadi pada usia remaja, terutama jika terdapat faktor risiko seperti genetik, infeksi virus, dan pola hidup tidak sehat.
“Tipe 2 lebih sering terjadi pada usia dewasa akibat resistensi insulin, di mana insulin yang diproduksi tidak dapat berfungsi secara optimal,” lanjutnya.
Ia menambahkan, baik DM tipe 1 maupun tipe 2, keduanya rentan menyebabkan komplikasi serius, seperti penyakit jantung, gangguan ginjal, dan masalah pada mata. “Kadar glukosa normal adalah 100, dan ini penting diperhatikan, terutama bagi remaja dengan faktor genetik dan kebiasaan hidup yang tidak sehat,” ujar Yayuk.
Gejala yang Harus Diwaspadai
Yayuk juga menyebutkan tiga gejala khas DM yang perlu diwaspadai masyarakat, yaitu sering merasa haus, sering lapar, dan sering buang air kecil. Menurutnya, mengenali gejala-gejala ini penting untuk deteksi dini.
Baca juga: Dinkes Karawang Perkuat Layanan untuk ODGJ
Gerakan CERDIK untuk Cegah Diabetes
Dinkes Karawang mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat melalui Gerakan CERDIK sebagai upaya pencegahan Diabetes Melitus. Yayuk menegaskan pentingnya langkah ini demi menekan angka kasus DM di Karawang, sekaligus mencegah komplikasi yang bisa berakibat fatal.
Gerakan CERDIK meliputi:
1. Cek kesehatan berkala
2. Enyahkan asap rokok
3. Rajin aktivitas fisik
4. Diet dengan gizi seimbang
5. Istirahat yang cukup
6. Kelola stres dengan baik
“Walaupun belum tercatat adanya kasus kematian akibat DM, kita semua perlu menjalani hidup sehat dan menyadari bahaya penyakit ini,” tutup Yayuk. (*)














