Beranda News Dinilai Jadi Beban Buat Sekolah, Bupati Aep Diminta Evaluasi Program Lapangan Tenis...

Dinilai Jadi Beban Buat Sekolah, Bupati Aep Diminta Evaluasi Program Lapangan Tenis Disdikpora Karawang

30
Program lapangan tenis
Program Pembuatan Lapangan Tenis di Disdikpora Karawang (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Karawang Monitoring Grup (KMG) meminta Bupati Karawang Aep Syaepuloh untuk melakukan evaluasi terkait program pembuatan lapangan tenis di Disdikpora Karawang.

Ketua KMG, Imron Rosadi mengatakan dengan pengarugan lahan yang harus dibiayai oleh pihak sekolah untuk pembuatan lapangan tenis justru dinilai membebankan pihak sekolah.

“Buat apa program itu dilaksanakan oleh pemerintah khususnya Disdikpora kalau sekolah harus membiayai sendiri. Kenapa semua tidak dibiayai oleh pihak ketiga atau pemborong. Apalagi sekolah sampai mengeluarkan uang puluhan juta rupiah. Bupati Aep harus evaluasi program ini, jangan diam saja,” tegasnya.

Baca juga: 57 Poktan Karawang Terima Bantuan Dari Pemerintah Pusat

Bayangkan saja kata dia, demi mendapatkan proyek pembangunan lapangan tenis dari Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Karawang pihak sekolah rela mengkroscek uang sendiri untuk melakukan pengurugan.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu SMPN di Karawang, Karsan mengaku harus melakulan pengarugan lahan yang akan dibangunkan proyek lapangan tenis dari Disdikpora Karawang.

“Bidang PO Disdikpora hanya ngasih pengecorannya lapangan nya saja. Kalau pengurugan biayanya dari sekolah,” akunya.

Diketahui, Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang melalui Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Disdikpora) berencana mengalokasikan anggaran pembangunan lapang tenis di beberapa titik sekolah.

Berdasarkan APBD Karawang Tahun 2024 Pemerintah Daerah Karawang melalui Disdikpora berencana mengalokasikan anggaran pembangunan lapangan tenis dengan pagu anggaran sati titik sekolah sebesar 200 juta rupiah dengan volume pekerjaan satu paket serta metode pemilihan pengadaan langsung.

Berdasarkan data yang diterima redaksi beberapa titik sekolah yang rencananya akan dibangun lapangan tenis diantanya, SMPN 8 Karawang Barat, SMPN 2 Majalaya, SMPN 3 Tirtamulya, SMPN 1 Pangkalan dan SMPN 2 Rengasdengklok.

Sebelumnya, Pemerhati kebijakan pemerintahan, Asep Agustian SH,MH mendesak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang untuk menjelaskan kepentingan pembuatan lapangan tenis yang akan dibangun di sekolah.

Baca juga: KMG Sindir Pengurus Koni, Jangan Cuci Tangan Pertanggungjawabkan Kepada Bupati dan Forkopimda

Program pembangunan lapangan tenis pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora)Karawang ini kembali menuai kritikan.

Kali ini muncul dari Pemerhati dan pengamat Kebijakan Pemerintah, Asep Agustian SH,MH yang menilai bahwa program pembangunan lapangan tenis yang rencananya akan dibangunkan di setiap sekolah di karawang ini dinilai kurang tepat sasaran.

“Kabid Pemuda Olahraga (PO) Disdikpora yang baru dilantik jangan ngawur deh jangan suka menghayal apalagi mimpi di siang bolong. Program lapangan tenis ini kepentingannya buat siapa? Pejabat tinggi apa anak anak sekolah? apalagi buat masyarakat,” ungkapnya dengan nada kesal.

Dia menilai bahwa program lapangan tenis yang akan di bangun di sekolah ini membutuhkan anggaran yang cukup besar. Terlebih kata dia, peralatan yang dibutuhkan untuk bermain olahraga tersebut juga membutuhkan biaya.

“Saya rasa program ini kurang tepat sasaran, berapa meter lahan sekolah yang dibutuhkan untuk membangun. Lalu berapa sekolah yang akan dibangunkan lapangan tenis. Banyak kebutuhannya, terlebih manfaatnya buat siapa,” terangnya.

Tak hanya itu, bahkan kata pria yang akrab disapa Askun ini mengungkapkan bahwa alangkah baiknya biaya program untuk pembangunan lapangan tenis ini dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas sekolah yang lebih dibutuhkan atau urgent.

“Kabid PO ini ngawur, dia bisa merencanakan program yang lebih dibutuhkan oleh sekolah atau siswa dan masyarakat tidak. Yang mau main lapangan tenis siapa pejabat? Kan sudah ada di GOR,” ungkapnya.

Baca juga: Presiden Jokowi Resmikan Modeling Budidaya Ikan Nila Salin di Karawang, Ribuan Lapangan Pekerjaan Terbuka Lebar

Sebelumnya, Karawang Monitoring Grup (KMG) mengendus ada dugaan kepentingan seseorang pejabat tinggi terkait program pembuatan lapangan tenis yang ada pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Ketua KMG, Imron Rosadi menduga ada kepentingan pejabat tinggi terkait adanya program pengerjaan pembuatan lapangan tenis yang rencananya akan dibangun di beberapa sekolah yang ada di karawang.

“Biasanya yang sudah rutin diprogramkan setiap tahun itu di Bidang Pemuda Olahraga (PO) Disdik itu hanya pembuatan lapangan bola voli. Nah, baru tahun ini rencananya ada program pembuatan lapangan tenis. Sedikit ada dugaan kepentingan juga kayanya dari pejabat tinggi di karawang. Ya mungkin titipan program bisa jadi,” ungkapnya.

 

Program lapangan tenis
Program Pembuatan Lapangan Tenis di Disdikpora Karawang (Foto: Istimewa)

Menurut imron seharunya Dinas Pendidikan melalui bidang Pemuda Olahraga ini bisa lebih konsisten terlebih dahulu pada program yang sudah berjalan. Jangan sampai kata dia, dengan adanya program lapangan tenis yang baru ini hanya sekedar program kepentingan.

“Ya kalau mau pokus saja dulu pada program pengerjaan pembuatan lapangan bola voli, setiap tahun aja program pembuatan lapangan voli ini sering ditemukan bermasalah. Mulai dari pengerjaan diduga asal jadi dan bahkan pengerjaan belum mulai merata di setiap pelosok titik karawang,” tegasnya.

Tak hanya itu, menurut imron adanya program pembuatan lapangan tenis ini dinilai kurang efektif atau urgent dan bahkan kurang terlalu dibutuhkan oleh para siswa di sekolah. Terlebih, kata dia harga peralatan untuk olahraga tenis lapangan itu tidak sedikit dan memerlukan anggaran yang cukup besar.

“Kalau lapangan bola voli masih bisa dijangkau lah sama anak-anak dan bahkan masyarakat banyak peminatnya terkait olahraga bola voli. Tapi kalau untuk lapangan tenis saya rasa belum terlalu familiyar di lingkungan masyarakat. Hanya beberapa golongan yang bermain itu,” terangnya.

Baca juga: Polres Karawang Gelar Upacara Sertijab PJU dan Jajaran Kapolsek

Bayangkan saja kata imron, harga raket tenis lapangan yang asli dibanderol jutaan rupiah. Barang-barang yang harus dipersiapkan untuk berolahraga tenis, di antaranya bola, raket, dan sepatu.

“Yang orisinal, paling murah harga sekitar Rp 1,5 juta hingga Rp 27 juta. Sedangkan harga raket standar Rp 3,5 juta. Untuk pemain internasional harganya sekitar Rp 10 juta sampai Rp 27 juta, termasuk khusus untuk fashion, karena ada emas dan lainnya,” ujarnya.

Sementara Kabid PO Disdik Karawang, Heri belum lama diwawancarai sempat mengaku bahwa memang ada program pembuatan laoangan tenis yang akan dibangunkan di beberapa titik sekolah yang ada di karawang selain lapangan bola voli. Namun, pihaknya belum mengetahui berapa titik dan anggaran yang akan digunakan untuk program tersebut.

“Kalau pembuatan lapangan bola voli anggarannya masih sama dengan tahun lalu dan hanya ada pengurangan titik pengerjaan saja. Nah kalau sedangkan untuk lapangan tenis saya belum punya megang datanya ada berapa,” ungkapnya saat diwawancara. (*)