Beranda Headline Diduga Terjadi Kebocoran Pipa Gas Pindo Deli, Puluhan Warga Keracunan

Diduga Terjadi Kebocoran Pipa Gas Pindo Deli, Puluhan Warga Keracunan

119
Puluhan warga Ciampel dilarikan ke RS Rosela, akibat keracunan gas Pindo Deli (Foto: ist)

KARAWANG – Sekitar 42 warga Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang diduga keracunan akibat kebocoran gas CN2 dari caustic soda plan PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills II.

Akibat insiden itu, mereka mengalami muntah-muntah dan dilarikan ke rumah sakit Rosela Karawang, pada Rabu (14/9/2022).

Sekretaris Desa Kutamekar, Dayat Daryana membenarkan kejadian warga keracunan tersebut.

“Iya benar, maaf lagi riweuh (sibuk),” kata Dayat saat dikonfirmasi pada Rabu (14/9/2022).

Baca Juga: Kelompok Pakar Walk Out Saat Bupati Cellica Pidato, Ada Apa ?

Dia menyebut, saat kejadian warga yang tempat tinggalnya tak jauh dari lokasi pabrik merasa pusing dan pingsan sehingga dilarikan ke rumah sakit Rosela.

“Sekitar 10 warga dirawat di rumah sakit,” katanya.

Sementara itu, Humas Pindo Deli Pulp and Paper Mills 2, Andar Tarihoran memohon maaf atas insiden yang terjadi sekira pukul 07.00 WIB itu.

Ia berkilah peristiwa itu bukan lah kebocoran, tetapi ada pembakaran tidak sempurna yang mengakibatkan zat CN2 keluar dari corong pembuangan di atas.

Baca Juga: Tegas! Ketua Komisi X DPR RI Tolak Penghapusan Tunjangan Profesi Guru

“Mohon maaf atas kejadian ini dan kami akan bertanggungjawab penuh atas peristiwa yang terjadi, termasuk masyarakat terdampak,” ungkap Andar.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan desa dan polsek terkait hal ini,” tambahnya.

Diakuinya, sekitar 42 korban saat ini sudah dalam penanganan medis di RS Rosela, bahkan sebagian sudah kembali pulang.

“Korban ada 42 orang, ya mudah-mudahan tidak sampai dirawat lah, karena mungkin pengaruh gasnya membuat lemah dan lainnya,” ujarnya.

Perusahaan akan menanggung kerugian yang diderita seluruh korban. Pihaknya juga berjanji insiden tersebut merupakan kali terakhir.

“Kami langsung tindaklanjuti sampai tuntas dan tidak ada akan terjadi lagi,” jelas Andar. (kii)