KARAWANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang memberikan penghargaan kepada 10 perusahaan dengan nilai realisasi investasi tertinggi di Karawang.
Catatan realisasi tertinggi diambil berdasarkan penyampaian LKPM (laporan kegiatan penanaman modal) dari Januari sampai September.
“Kami memberikan penghargaan kepada pelaku usaha yang nilai realisasi inveatasinya tertinggi sesuai penyampaian LKPM (laporan kegiatan penanaman modal) dari Januari sampai September,” ujar Kepala DPMPTSP Karawang, Eka Sanatha dalam acara Forum konsultasi investasi Kabupaten Karawang, Rabu, 20 Desember 2023.
Baca juga: Guru Tidak Tetap di Karawang Terus Menyusut, Sebagian Lolos Seleksi PPPK
Sepuluh perusahaan itu antara lain dari PMA (Penanaman Modal Asing) PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, PT Kereta Cepat Indonesia China, PT HLI Green Power, PT Indah Kiat Plup and Pepers dan PT Astra Daihatsu Motor. Sementara untuk realisasi investasi tertinggi dari PMDN antara lain PT Pindo Deli, PT Karawang Jabar Induatrial Estate, PT Hansjaya Mandala Sampoerna, PT PP Urban dan PT Pertiwi Lestari.
Dikatakan Eka, trend investasi di Karawang, pasca covid-19 terus naik. Pada tahun 2023 target inveatasi Rp 40 triliun dan pada Triwulan 3 mencapai Rp 35,1 triliun. “Semoga dengan penghargaan ini, inveatasi di Karawang terus meningkat,” katanya.
Meskipun, lanjut Eka, investor yang masuk ke Karawang lebih banyak padat modal dibanding padat karya. Sebab realisasi serapan tenaga kerja dari Januari sampai September mencapai 26.125 orang.
Baca juga: Kasus Covid-19 Kembali Melonjak, Dinkes Karawang Buka Layanan Vaksin Booster
“Idealnya jika nilai investasi 1 triliun menyerap tenaga kerja 1000. Tapi di Karawang rata-rata serapan tenaga kerjanya 200 orang,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Karawang yang diwakili oleh Plt Asda 3, Bambang Susatyo mengatakan, kehadiran proyek srategis nasional harus jadi penopang investasi di Karawang.
“Kami siap memberikan kemudahan pada investor. Tapi para pengusaha besar juga harus membuat kemitraan dengan UMKM. Agar UMKM bisa masuk jadi mata rantai industri di karawang,” katanya. (*)














