beritapasundan.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk memperbarui informasi prakiraan cuaca secara berkala selama periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Hal ini dilakukan guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu kelancaran arus transportasi di berbagai wilayah Indonesia.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menegaskan pentingnya langkah antisipasi tersebut. Ia mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi InfoBMKG yang menyediakan prakiraan cuaca terkini, termasuk peringatan dini yang dirilis sepekan, tiga hari, hingga tiga jam sebelum kejadian cuaca ekstrem.
Baca juga: BMKG Peringatkan Risiko La Nina Lemah: Curah Hujan Naik 40 Persen
“Seperti pepatah, sedia payung sebelum hujan. Masyarakat diimbau terus memantau prakiraan cuaca untuk menjaga keselamatan selama perjalanan,” ujar Dwikorita melalui siaran pers pada Senin (9/12/2024).
Fenomena Cuaca Ekstrem Selama Nataru
BMKG mengungkapkan, cuaca ekstrem diperkirakan masih berpotensi terjadi hingga Maret-April 2025 akibat pengaruh La Nina Lemah yang meningkatkan curah hujan hingga 20 persen. Selain itu, dinamika atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan Cold Surge dari Siberia diproyeksikan aktif selama musim libur Nataru.
“Kedua fenomena ini berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan di berbagai wilayah Indonesia. Namun, dampaknya masih membutuhkan pemantauan lebih lanjut,” tambah Dwikorita.
Perjalanan Libur Nataru
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, sekitar 110,67 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan selama libur Nataru 2024/2025, mayoritas menggunakan kendaraan pribadi. Dwikorita menyatakan, penggunaan kendaraan pribadi ini rentan terganggu oleh cuaca ekstrem, terutama di wilayah-wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
BMKG menekankan pentingnya masyarakat memperbarui informasi cuaca berkala sebagai langkah preventif guna mengantisipasi potensi bencana yang dapat terjadi, baik di perjalanan maupun di destinasi wisata.
Baca juga: BMKG Minta Masyarakat Waspada Hadapi Cuaca Ekstrem dan Potensi Bencana
“Musim penghujan ini sangat rawan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan angin kencang. Mari kita bersama waspada demi keselamatan bersama,” tandas Dwikorita. (*)














