KARAWANG – Alun-alun Kabupaten Karawang kini dinilai kehilangan daya tarik. Kondisinya memprihatinkan, dengan banyaknya fasilitas yang rusak dan sampah yang berserakan di berbagai sudut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Alun-alun Karawang tampak sepi dari kunjungan masyarakat, terutama pada pagi hingga sore hari. Fasilitas terlihat kumuh, taman tidak terawat, dan rumput sintetis yang terpasang pun sudah robek, sehingga mengurangi nilai estetika tempat tersebut.
Seorang warga Karawang, Alwi (20), menyampaikan bahwa alun-alun terasa panas dan hanya nyaman dikunjungi saat malam hari. Menurutnya, suasana alun-alun yang sekarang jauh berbeda dibandingkan dulu.

Baca juga: RS Bayukarta Karawang Putus Kontrak Vendor Usai Temuan Limbah Medis di Karangligar
“Beda sama alun-alun dulu, siang dan sore juga banyak orang karena cukup teduh, ada pohon-pohon dan pagar pembatas. Sekarang terasa panas. Saya pribadi lebih suka alun-alun yang dulu,” ujarnya saat diwawancarai pada Kamis, 10 April 2025.
Sebagai warga Karawang, Alwi berharap Alun-alun Karawang bisa kembali menjadi tempat yang nyaman untuk dikunjungi, seperti alun-alun di kota atau kabupaten lain yang tetap ramai bahkan di siang hari karena memiliki banyak pepohonan dan desain yang ikonik.
Senada dengan Alwi, warga lainnya, Pebi, menilai bahwa kurangnya kesadaran masyarakat juga menjadi penyebab rusaknya fasilitas di Alun-alun. Ia menyayangkan masih banyak pengunjung yang membuang sampah sembarangan, meskipun tempat sampah telah disediakan.
Baca juga: Komisi III DPRD Karawang Desak Developer Segera Serahkan Fasos dan Fasum
“Padahal tempat sampah ada, tapi tetap saja dibuang sembarangan. Rumput sintetis dirusak, papan imbauan juga sudah tidak difungsikan sebagaimana mestinya,” kata Pebi.
Dengan kondisi yang ada saat ini, warga berharap pemerintah daerah dapat memperhatikan kembali penataan dan kebersihan Alun-alun, agar bisa menjadi ruang publik yang representatif dan membanggakan bagi masyarakat. (*)














