
KARAWANG – Suasana meriah dan penuh gelak tawa mewarnai Kirab Budaya Tatar Pasundan di Alun-Alun Karawang, Sabtu malam (9/5). Salah satu momen yang mencuri perhatian masyarakat yakni saat Bupati Karawang Aep Syaepuloh diarak para seniman Silat Indah asal Garut di tengah lautan penonton.
Dalam atraksi tersebut, Aep tampak tersenyum lebar dan menikmati suasana ketika tubuhnya diangkat beramai-ramai oleh para seniman. Riuh tepuk tangan dan sorak masyarakat pun terdengar memenuhi area panggung budaya.
Tak hanya Aep, Wakil Bupati Karawang Maslani serta Ketua DPRD Karawang Endang Sodikin juga turut diarak dalam pertunjukan seni tersebut.
Baca juga: Batik Putri Sanggabuana Karawang Jadi Ruang Edukasi Warisan Budaya untuk Generasi Muda
Atraksi Silat Indah Garut menjadi salah satu penampilan yang menyita perhatian dalam rangkaian kirab budaya malam itu. Gerakan para seniman yang kompak dipadukan dengan unsur tradisi dan hiburan membuat suasana semakin semarak.
Selain menikmati atraksi tersebut, Aep juga tampak antusias menyaksikan berbagai penampilan seni dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat serta daerah tetangga seperti Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah.
Beragam kesenian tradisional mulai dari tari topeng, rampak bedug, ondel-ondel, kuda renggong hingga bebegig tampil memukau di sepanjang jalur kirab budaya.
Sebagai bentuk apresiasi, Aep beberapa kali terlihat memberikan uang saweran kepada para seniman yang tampil. Ia menilai penampilan para peserta kirab sangat memukau dan menunjukkan kekayaan budaya Nusantara, khususnya budaya Sunda dan tradisi Jawa Barat.
“Penampilannya luar biasa, penuh semangat dan memiliki nilai budaya yang kuat. Ini menunjukkan kekayaan seni tradisi yang harus terus dijaga,” ujar Aep.
Baca juga: Wakili Karawang, SDN Palumbonsari IV Siap Bersaing di Adiwiyata Nasional
Menurutnya, kegiatan kirab budaya bukan hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pelestarian budaya daerah agar tetap dikenal generasi muda.
Ia berharap kegiatan kirab seni ini bisa melekat di benak masyarakat dan memunculkan rasa cinta dan rasa asih terhadap raga budaya di Jawa Barat. (*)













