Beranda Headline MUI Karawang Latih 100 Perempuan Jadi Kader Pemulasaraan Jenazah Sesuai Syariat Islam

MUI Karawang Latih 100 Perempuan Jadi Kader Pemulasaraan Jenazah Sesuai Syariat Islam

8
MUI Karawang
Para peserta antusias mengikuti praktik memandikan dan mengkafani jenazah sesuai syariat Islam dalam pelatihan yang digelar MUI Karawang. (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Sedikitnya 100 perempuan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengikuti pelatihan pemulasaraan jenazah perempuan yang digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Karawang, Rabu (15/10/2025).

Kegiatan ini bertujuan menyiapkan kader baru yang terampil dan memahami tata cara pemulasaraan jenazah perempuan sesuai syariat Islam.

Ketua MUI Karawang, KH Tajudin Nur, mengatakan pelatihan ini dilatarbelakangi oleh semakin terbatasnya tenaga pemulasaraan jenazah, terutama dari kalangan perempuan.

Baca juga: PT KAI Gelar Rail Clinic di Stasiun Klari, Warga Karawang Dapat Layanan Kesehatan Gratis

Selama ini, kata dia, petugas yang mengurus jenazah perempuan didominasi oleh kaum ibu yang sudah lanjut usia.

“Mengurus jenazah dalam hukum Islam merupakan fardhu kifayah. Karena itu, MUI Karawang merasa perlu menyiapkan kader-kader baru yang paham dan siap melayani umat di bidang pemulasaraan jenazah perempuan,” ujarnya.

Kiai Tajudin menekankan bahwa mengurus jenazah bukan hanya kewajiban sosial, tetapi juga bentuk kasih sayang terakhir kepada sesama umat Islam.

“Dalam Islam, mengurus jenazah adalah amanah mulia. Ketika seseorang dapat menuntun saudaranya di akhir hayat dengan kalimat tauhid, itu menjadi amal besar di sisi Allah. Kami berharap para peserta dapat menjadi penggerak dakwah dan pelayan umat, khususnya dalam pemulasaraan jenazah perempuan,” katanya.

Antusiasme Peserta Tinggi

Ketua Panitia Pelaksana, Utami Maria Gono, menyampaikan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 100 peserta perempuan dari berbagai unsur, seperti perwakilan MUI Kecamatan, organisasi perempuan, dan rumah sakit.

“Awalnya kami targetkan hanya 80 peserta, tetapi antusiasmenya sangat tinggi hingga kuota terisi penuh. Harapannya, para peserta bisa menularkan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing,” ujar Utami.

Baca juga: Pimpinan Ponpes Karawang Kecam Tayangan Trans7 yang Dinilai Lecehkan Ulama

Kegiatan ini mencakup teori dan praktik langsung, dengan menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yakni Etik Nurhayati dan Neng Huriyah. Peserta dibagi menjadi lima kelompok untuk melakukan simulasi perawatan jenazah secara langsung, mulai dari memandikan hingga mengkafani jenazah sesuai tuntunan syariat.

“Pelatihan ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik nyata. Peserta belajar langsung tata cara pemulasaraan jenazah perempuan sesuai syariat Islam,” jelasnya.

Rencana Berkelanjutan

KH Tajudin menambahkan, MUI Karawang berencana melaksanakan pelatihan pemulasaraan jenazah perempuan secara berkala di berbagai kecamatan, mengingat tingginya minat masyarakat.

“Banyak peserta dari kecamatan lain yang belum tertampung karena keterbatasan kuota. Insya Allah kegiatan seperti ini akan terus kami adakan,” tuturnya.

Salah satu peserta, Ina Naseha, mengaku bersyukur bisa mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini sangat bermanfaat bagi para ibu di tingkat desa.

“Saya bersyukur bisa ikut. Ini menambah ilmu dan menjadi pengingat bagi kita semua untuk siap membantu sesama dalam urusan yang sangat mulia,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya pelatihan pemulasaraan jenazah perempuan ini, MUI Karawang berharap muncul generasi baru perempuan muslimah yang siap melayani umat dengan ilmu, keikhlasan, dan kepedulian. (*)