
KARAWANG – Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda, lembaga sosial Karawang Peduli (KP) bekerja sama dengan 30 komunitas menggelar khitanan massal di pelataran Masjid Al Jihad, Minggu (5/10/2025).
Sebanyak 50 anak, sebagian besar merupakan anak yatim, mengikuti kegiatan penuh makna ini dengan antusias.
“Acara ini diikuti 50 anak yatim. Serunya, banyak dari mereka yang sangat antusias mengikuti kegiatan ini,” ujar Rizky, Ketua Panitia Khitanan Massal.
Baca juga: Program Rereongan Sarebu Dikeluhkan Warga Tasikmalaya: “Kami Sudah Bayar Pajak”
Rizky menambahkan, karena keterbatasan sumber daya, panitia hanya dapat melayani 50 peserta pada kegiatan kali ini.
Para peserta berusia antara 5 bulan hingga 14 tahun. Panitia menilai, kegiatan ini penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya keluarga Muslim, tentang pentingnya kesehatan dan kebersihan organ reproduksi.
“Masih banyak anak laki-laki Muslim di Karawang yang kurang memahami pentingnya khitan dari sisi kesehatan maupun agama,” jelas Rizky.
Dokter Hervin, petugas khitan yang terlibat dalam acara tersebut, menuturkan bahwa khitan memiliki dua manfaat utama.
Pertama, dari sisi agama, khitan merupakan bagian dari upaya kembali ke fitrah manusia.
Kedua, dari sisi medis, area penis merupakan tempat mudah berkumpulnya kuman, sehingga khitan dapat membantu mencegah penyakit menular seksual dan menjaga kebersihan tubuh.
“Khitan bukan sekadar tradisi, tapi juga bagian dari upaya menjaga kesehatan jangka panjang,” ungkap Hervin.
Baca juga: 121 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Terjadi di Karawang Sepanjang 2025
Melalui khitanan massal ini, Karawang Peduli dan komunitas berharap semakin banyak anak yatim serta keluarga kurang mampu yang bisa terbantu.
Lebih dari sekadar ritual, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi penting untuk menumbuhkan kesadaran kebersihan organ reproduksi sejak usia dini. (*)













