Beranda Headline Unsika Tutup KKN Semester Genap 2026, Fokus Teknologi Tepat Guna di Desa

Unsika Tutup KKN Semester Genap 2026, Fokus Teknologi Tepat Guna di Desa

16
Mkn unsika
Peserta KKN Unsika mengikuti prosesi penutupan program pengabdian masyarakat. (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Semester Genap Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) resmi ditutup pada Kamis, 5 Februari 2026. Acara penutupan berlangsung di Aula Syeh Quro, dihadiri langsung oleh Rektor Unsika beserta jajaran pimpinan, dosen, serta seluruh peserta KKN Unsika.

Program KKN Unsika yang berlangsung selama 35 hari ini diikuti oleh 1.568 mahasiswa dari berbagai fakultas. Pada pelaksanaannya, KKN Unsika menjalin kerja sama dengan tiga Pemerintah Daerah, yakni Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Purwakarta, dengan cakupan 100 desa lokasi KKN.

Baca juga: Unsika Jadi Tuan Rumah Rapat Pra Semi Rata BKS PTN Barat Bidang Pertanian 2026

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsika, Dayat, menjelaskan bahwa sejak tahun 2024, wilayah KKN Unsika terus mengalami perluasan.

“Sejak 2024, wilayah KKN yang sebelumnya hanya di Kabupaten Karawang kini berekspansi ke Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Purwakarta,” ujarnya.

Dayat menambahkan, sesuai kebijakan akademik Unsika, pelaksanaan KKN Unsika kini dapat dilakukan dua kali dalam setahun. Sejak tahun 2025, mahasiswa juga diarahkan untuk menghasilkan teknologi tepat guna selama menjalankan KKN.

“Mulai 2025, kami menginstruksikan setiap kelompok KKN Unsika untuk menciptakan teknologi tepat guna. Teknologi ini tidak harus modern, tetapi mampu menjawab persoalan nyata di desa lokasi KKN,” terangnya.

Ia mencontohkan, salah satu persoalan yang kerap dihadapi desa adalah pengelolaan sampah. Mahasiswa KKN memberikan solusi sederhana namun aplikatif, seperti mesin pembakar sampah.

“Masalah sampah di pedesaan sering dianggap sepele. Mahasiswa hadir dengan solusi nyata,” katanya.

Selain itu, Dayat juga menyinggung inovasi rumah burung hantu yang digagas mahasiswa Fakultas Pertanian sebagai solusi pengendalian hama di sektor pertanian.

“Alhamdulillah, setiap kegiatan KKN Unsika juga didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang kami tempatkan satu orang di setiap desa,” ungkapnya.

Terkait pelaksanaan di lapangan, Dayat mengakui bahwa banjir menjadi kendala terbesar dalam KKN Unsika tahun 2026. Akses menuju beberapa lokasi KKN menjadi sulit, sehingga mahasiswa harus memutar jalur yang lebih jauh.

“Contohnya di wilayah Sukakarya, akses terhambat genangan air. Dari sisi keamanan, kami juga meningkatkan kewaspadaan karena mahasiswa menggunakan kendaraan pribadi yang rawan pencurian,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor Unsika, Prof. Dr. Ade Maman Suherman, S.H., M.Sc., menegaskan bahwa KKN Unsika merupakan kegiatan rutin dan wajib bagi mahasiswa sebagai sarana mengintegrasikan teori dan praktik.

“Melalui KKN Unsika, mahasiswa dari berbagai fakultas dan disiplin ilmu mampu bersatu padu dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: UNSIKA Gelar Kaleidoskop 2025, Refleksi 44 Tahun Perjalanan Kampus Negeri Karawang

Meski waktu pelaksanaan relatif singkat, yakni 35 hari, Rektor menilai KKN tetap memberikan pembelajaran berharga bagi mahasiswa.

“35 hari memang singkat, tetapi pembelajaran yang diperoleh jauh lebih bermakna dibandingkan hanya duduk di kelas mendengarkan penjelasan dosen,” katanya.

Ia berharap, kehadiran mahasiswa KKN Unsika di tengah masyarakat tidak hanya menghasilkan solusi jangka pendek, tetapi juga solusi berkelanjutan yang dapat terus dimanfaatkan oleh desa. (*)