Beranda Pernak Pernik Teror Jalur Lintas Sumatera

Teror Jalur Lintas Sumatera

43
Jalur Sumatera
Foto: Ilustrasi

Cerita Misteri: Di suatu malam yang gelap dan berkabut, Arman, seorang sopir truk, sedang melintasi jalur lintas Sumatera dengan truk besar berisi muatan barang. Arman harus mengantar barang ke tujuan sebelum fajar, karena ada denda besar jika terlambat. Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, dan jalanan sepi. Hanya suara mesin truk dan gesekan ban di aspal yang menemani perjalanannya. Namun, sepanjang malam itu, Arman merasakan sesuatu yang ganjil.

Saat mulai memasuki area hutan yang terkenal angker, hawa dingin menyelimuti kabin truknya. Arman merasa bulu kuduknya berdiri. Tiba-tiba, di pinggir jalan, ia melihat sosok perempuan berpakaian putih yang hanya berdiri diam, menatap ke arahnya. Perasaan aneh semakin menyergap Arman, tapi ia berusaha mengabaikannya dan terus mengemudi.

Beberapa kilometer kemudian, Arman mendengar suara tawa kecil yang datang entah dari mana. Ia mematikan radio, mencoba memastikan dari mana asal suara itu, tetapi suara itu justru semakin jelas. Merasa tidak nyaman, ia mempercepat laju truknya. Lalu, tanpa peringatan, ia melihat sosok yang sama tiba-tiba berdiri di tengah jalan, memaksanya menginjak rem sekeras mungkin. Truk berhenti mendadak, dan sosok itu menghilang begitu saja.

Arman berusaha menenangkan dirinya. “Ah, pasti cuma perasaanku saja,” gumamnya, mencoba memotivasi diri untuk tetap fokus. Namun, semakin jauh ia melaju, semakin banyak hal-hal aneh yang terjadi. Dari kaca spion, Arman melihat bayangan hitam bergerak di belakang truknya, seolah-olah ada sesuatu yang sedang mengikutinya. Sesekali ia juga mendengar suara ketukan di sisi kabin truk, tapi saat ia menengok, tidak ada siapa pun di sana.

Baca juga: Suster Tengah Malam: Penjaga Rumah Sakit Tua

Ketika ia hampir mencapai area yang lebih terbuka, tiba-tiba mesin truknya mendadak mati, padahal tangki bahan bakar masih penuh. Truk itu berhenti di pinggir jalan tanpa tanda-tanda akan bisa dihidupkan kembali. Ketika ia turun untuk memeriksa, udara di sekeliling terasa semakin dingin, dan tiba-tiba ia mendengar suara perempuan memanggil namanya, “Arman… Arman…”

Dalam kepanikan, Arman segera masuk ke kabin dan mencoba menyalakan mesin sekali lagi. Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya mesin menyala kembali. Ia melaju secepat mungkin, berusaha keluar dari area itu. Saat ia mulai melihat tanda-tanda permukiman di kejauhan, tiba-tiba sosok perempuan tadi muncul di kaca depan truknya, dengan wajah pucat dan senyum yang menyeramkan.

Arman menutup matanya, mencoba mengabaikan sosok itu sambil terus mengemudi. Setelah beberapa detik yang terasa seperti seabad, saat ia membuka mata lagi, sosok itu telah lenyap. Akhirnya, ia berhasil keluar dari hutan angker itu dan melihat langit mulai terang.

Di titik peristirahatan berikutnya, seorang sopir truk lain menanyakan kondisinya karena wajahnya terlihat pucat pasi. Ketika Arman menceritakan kejadian yang dialaminya, sopir tersebut hanya mengangguk. “Di jalur itu memang sering ada gangguan, terutama kalau lewat tengah malam. Banyak yang bilang, sosok perempuan itu adalah arwah penasaran yang dulu meninggal di sana.”

Mendengar cerita itu, Arman hanya bisa mengangguk pelan. Malam itu, perjalanan penuh teror tersebut menjadi pengalaman yang tidak akan pernah ia lupakan.