Beranda Kuliner Terkendala Bahan Baku, 5 Kuliner Indonesia ini Hampir Punah

Terkendala Bahan Baku, 5 Kuliner Indonesia ini Hampir Punah

157
Kuliner Indonesia ini Hampir Punah
5 Kuliner Indonesia ini Hampir Punah

beritapasundan.com – Indonesia yang sangat kaya akan keragaman kuliner. Sayangnya, tidak semua kuliner warisan nenek moyang bisa terus bertahan sampai sekarang, bahkan diantaranya hampir punah.

Penjual kuliner ini semakin sulit ditemui karena popularitasnya tergantikan makanan modern. Ada pula yang bahan bakunya sulit sehingga tidak mungkin lagi dibuat.

Kerak Telor

kuliner indonesia
Kerak Telor (foto: istimewa/net.)


Jajanan ini sulit ditemukan kalau bukan di acara khusus seperti PRJ atau pesta rakyat lainnya. Kehadiran penjual kerak telor pun selalu ditunggu-tunggu dalam setiap perayaan ulang tahun Jakarta. Kerak telor terbuat dari campuran beras ketan, ebi, bawang merah goreng, dan kelapa sangrai. Proses pembuatannya masih mempertahankan cara tradisional yaitu menggunakan tungku dan arang.

Baca juga: Rekomendasi 6 Bisnis Kuliner Kekinian yang Patut Dicoba

Clorot

clorot
Clorot (foto: istimewa/net.)

Panganan dari Jawa Tengah ini terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan gula merah. Campuran itu lalu dibungkus dengan daun kelapa atau janur kuning dengan bentuk kerucut. Rasanya manis dengan tekstur lembut dan kenyal. Sudah agak sulit ditemukan tetapi penjual clorot masih bisa ditemui di Pasar Pathuk, di Yogyakarta. Melansir kabarbumn.

Gulo Puan

5 kuliner indonesia
Gulo Puan (foto: istimewa/net.)

Camilan gulo puan berasal dari Palembang, yang dulunya hanya bisa dinikmati bangsawan Kesultanan Palembang. Camilan ini terbuat dari susu kebau segar, biasanya kerbau dari daerah Pampangan, Ogan Komering Ilir. Puan dalam bahasa Palembang artinya susu, gulo puan artinya gula susu.

Teskturnya berpasir, berwarna kecokelatan dan manis. Camilan ini semakin sulit ditemukan karena sulitnya menemukan susu kerbau. Kadang-kadang gulo puan bisa ditemukan setelah saat Jumat di Masjid Agung Palembang. Karena langka harganya jadi mahal yaitu Rp100.000 per kilogram.