Beranda Headline Sulap Sampah Plastik Jadi Patung, Karya Pengrajin Tanjungpura Diapresiasi Bank Sampah Latanza

Sulap Sampah Plastik Jadi Patung, Karya Pengrajin Tanjungpura Diapresiasi Bank Sampah Latanza

77
Pengrajin Asal Tanjungpura Karawang yang sulap sampah plastik jadi patung (Foto: Ist)

KARAWANG- Hidup sebatangkara ditemani kucing, Dean (50) pengrajin asal Tanjungpura Karawang bisa menyulap sampah plastik menjadi beraneka ragam patung.

Dean menuturkan, sejak tahun 2018 dirinya sudah terinspirasi untuk membuat kerajinan patung dari sampah, dan saat ini dia tergabung menjadi relawan di Bank Sampah Latanza.

“Patungnya dari kresek, cuman kresek aja yang sudah jadi sampah. Dan proses pembuatannya sekitar 1-2 Minggu sampai benar-benar jadi patung,” ujarnya saat diwawancarai pada Selasa, (26/7).

Ia memaparkan, inspirasinya didapat dari orang-orang dan lingkungan sekitar. Kemudian alat yang digunakan pun sebatas sampah plastik, korek api dan cat berwarna.

Baca juga: Sebanyak 1500 Siswa Tingkat SD dan SMP di Karawang Ikuti Gebyar Literasi 2023

“Alat seadanya, pertama ngumpulin dulu plastik putih bening, 1 patung bisa 1 kg plastik. Udah gitu dibikin semacam kerangka, nanti dikorekin terus terakhir dicat,” paparnya.

Dean mengaku tidak mendapat kendala sedikitpun saat membuat patung sampah, namun karya uniknya ini baru sebatas koleksi saja (belum dipasarkan kemanapun).

Meskipun Dean hanya hidup sendiri ditemani kucing, ia percaya bahwa perihal rezeki pasti sudah diatur oleh Tuhan.

“Patung yang dihasilkan sudah banyak, lebih dari 10. Ada bentuk Ridwan Kamil, Penguin, Kuda, Boneka Caki, Paus, Spiderman hingga Penyelam. Percaya rezeki sudah Allah atur,” ucap Dean.

Baca juga: Atasi Tingginya Pengangguran, Disnakertrans Karawang Ajak Warga Berwirausaha

Direktur Bank Sampah Latanza, Joice mengatakan, sebagai pihak yang menampung talent relawan, dirinya akan membantu Dean untuk memamerkan (memasarkan) produk patung tersebut.

“Kita akan berusaha untuk gimana memajukan produk ini, pertama mungkin akan menjual ke dinas dulu untuk dipajang di DLHK,” katanya.

Joice melanjutkan, produk patung tersebut membutuhkan ruang pemasaran khusus seperti galeri atau pameran. Ia berharap, relawannya dapat terus berinovasi karena karya Dean bukan sembarang karya.

“Keren banget pokoknya, bahannya bener-bner sampah plastik aja. Luar biasa sekali karena punya inovasi sekaligus bergerak menjadi relawan sampah kita,” tutupnya.