Beranda Headline Seminar DPPKB Karawang Bahas Dampak Kontrasepsi Hormonal Terhadap Kesehatan Reproduksi

Seminar DPPKB Karawang Bahas Dampak Kontrasepsi Hormonal Terhadap Kesehatan Reproduksi

23
Kontrasepsi hormonal
DPPKB Kabupaten Karawang menggelar seminar kesehatan reproduksi yang membahas dampak penggunaan kontrasepsi hormonal (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Karawang menggelar seminar kesehatan reproduksi yang membahas dampak penggunaan kontrasepsi hormonal terhadap perubahan fisik, proses penuaan, serta kesehatan kulit. Kegiatan ini dihadiri oleh peserta dari kalangan penyuluh KB hingga tenaga kesehatan dan berlangsung pada Kamis, 24 Oktober 2024 di Hotel Swiss Bellin Karawang.

Acara tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Direktur RSUD Karawang, dr. Andri Sariful Alam, Sp.OT, MARS; dokter kulit Karawang, dr. Nadia Indah Alvita; Dokter Kandungan RSUD Cibinong, dr. Avicena Muhammad Iqbal, Sp.OG, MARS; serta Ketua PC IBI Karawang, Siti Komarianingsih, S.ST., M.Kes.

Baca juga: BPN Karawang Bantah Persulit Pencairan Konsinyasi PT Jui Shin Indonesia, Ini Alasannya

Dalam seminar ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai efek samping kontrasepsi hormonal, faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya efek samping, hingga cara untuk mengatasinya. Kepala DPPKB Karawang, Sofiah, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, terutama bagi perempuan dan laki-laki usia subur.

“Kesehatan reproduksi yang terjaga akan menghasilkan keluarga yang sehat. Kami ingin mendorong penyuluh KB dan tenaga kesehatan untuk semakin memperhatikan isu ini agar bisa disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat,” ujar Sofiah.

Ia juga menegaskan bahwa program Keluarga Berencana (KB) bukan untuk menghentikan kehamilan, melainkan untuk merencanakan kehamilan secara bijak.

Sementara itu, dr. Avicena Muhammad Iqbal, Sp.OG, MARS, menjelaskan bahwa kontrasepsi hormonal adalah salah satu metode KB yang efektif dalam menunda kehamilan, meski memiliki beberapa efek samping yang perlu diperhatikan. “Efeknya bisa terjadi pada berat badan, kulit, pusing, dan perubahan siklus menstruasi. Namun, dengan pengawasan profesional dan edukasi yang baik, efek samping ini bisa diminimalisasi,” jelasnya.

Baca juga: Disdukcapil Karawang Percepat Perekaman e-KTP Pemilih Pemula Jelang Pilkada 2024

Ia juga menyarankan agar akseptor yang merasakan efek samping segera berkonsultasi dengan dokter dan menjalankan pola hidup sehat untuk menjaga keseimbangan tubuh dan kesehatan kulit. (*)