Beranda News Sebarkan Foto Komisioner Bersama Cabup Petahana, Kuasa Hukum KPU Karawang Somasi Anggota...

Sebarkan Foto Komisioner Bersama Cabup Petahana, Kuasa Hukum KPU Karawang Somasi Anggota Dewan PKS

15
Kuasa Hukum KPU Karawang (Foto: Ist)

KARAWANG- Kuasa Hukum KPU Karawang, M. Gary Gagarin Akbar dan ⁠Dian Suryana, melakukan somasi kepada Anggota DPRD Fraksi PKS yang telah mengebarkan foto Ketua KPU Karawang, Mari Fitriana bersama Calon Bupati Petahana, Aep Syaepuloh yang sedang makan di Restoran Rest Area

Kuasa Hukum KPU Karawang, Gary Gagarin mengungkapkan KPU Karawang berkomitmen untuk mewujudkan Pilkada yang jujur, adil, dan tidak memihak kepada salah satu paslon. KPU Karawang akan bekerja secara profesional dan sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

Terkait Foto Ketua KPU Karawang, Mari Fitriana bersama Calon Bupati Petahana, Aep Syaepuloh yang tersebar di medsos, pihaknya telah melayangkan somasi.

Baca juga: Bawaslu Karawang Telusuri Dugaan Pelanggaran Etik Ketua KPU Karawang

“Kami selaku tim kuasa hukum KPU Karawang kemarin secara resmi sudah melayangkan somasi kepada oknum anggota DPRD Karawang dari Partai PKS yang menyebarkan foto Ketua KPU Karawang bersama dengan Calon Bupati Karawang yang mana disertai narasi yang tidak patut di media sosialnya,” kata Gary, Kamis, (10/10/2024)

Menurut Gary, dampak dari muncul foto dan narasi tersebut kemudian menyudutkan KPU Karawang sehingga memunculkan banyak asumsi negatif terkait netralitas KPU Karawang.

“Kami meminta agar yang bersangkutan untuk segera memberikan klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuka terhadap tindakannya yg sudah merugikan KPU Karawang khususnya baik secara langsung maupun di media nasional dan lokal,” jelasnya.

Baca juga: Pilkada 2024: KPU Karawang Bersama PWI dan KPJ Hadirkan Hiburan Rakyat

“Langkah yang kami ambil saat ini dengan melayangkan somasi adalah agar tindakan yang dilakukan oknum anggota DPRD Karawang tersebut tidak berdampak meluas yang berpotensi dapat mengganggu tahapan Pilkada yang saat ini sedang berjalan,” tambahnya.

“Harapannya kedepan dari kasus ini banyak pelajaran yang bisa diambil agar lebih berhati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial apalagi statusnya sbg pejabat pemerintahan,” pungkasnya