Beranda Headline Ratusan Warga Ciampel Karawang Geruduk PT Pindo Deli Imbas Kebocoran Gas Kaustik...

Ratusan Warga Ciampel Karawang Geruduk PT Pindo Deli Imbas Kebocoran Gas Kaustik Soda

45
Ratusan Warga Ciampel Geruduk PT Pindo Deli (Foto: Ist)

KARAWANG – Ratusan warga Kecamatan Ciampel Karawang menuntut produksi kaustik soda PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills 2 ditutup.

Tuntutan ini dilayangkan para warga lantaran gas kaustik soda tersebut bocor kembali untuk kesekian kalinya. Karena hal ini, banyak warga yang keracunan dan dilarikan ke Rumah Sakit.

Berdasarkan pantauan media, ratusan warga tersebut bergantian menyampaikan aspirasi di depan gerbang PT Pindodeli.

“Ini sudah ke 5 kali, kejadian pertama Desember 2017, Mei 2018, Juni 2021, September 2023, dan saat ini Januari 2024 korbannya paling banyak,” ujar Domonsalah satu warga Ciampel pada Senin, 22 Januari 2024.

Baca juga: PT Pindo Deli Sepakat Rumah Warga Dekat Pabrik Akan Direlokasi

Ia melanjutkan, masyarakat setempat sangat geram karena setiap ada kejadian PT Pindo Deli 2 tidak memberikan solusi konkret.

Oleh karena itu, pada hari ini warga yang wilayahnya terdampak meminta PT Pindo Deli 2 untuk memberhentikan produksi kaustik soda.

“Coba bapak sesekali main ke tempat kami, bapak enak-enak aja. Kalo gini warga dianggapnya kayak hewan. Belum lagi, yang kerja orang mana-mana, disini mah penonton. Gak ada orang Kumamekar, Kutanegara yang kerja di sini,” lanjutnya.

“Ini masalah nyawa, tolong diperhatikan tanggung jawabnya seperti apa. Kita minta langkah kongkret,” tegasnya.

Baca juga: Diduga Terjadi Kebocoran Pipa Gas Pindo Deli, Puluhan Warga Keracunan

Di samping itu, Management PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills 2, Adil Teguh menyampaikan permintaan maafnya kepada warga.

Kata dia, saat ini produksi kaustik soda sudah ditutup sementara. Tetap jika untuk ditutup permanen, dirinya tidak bisa memutuskan karena harus melalui beberapa prosedur terlebih dahulu.

“Pertama saya mewakili pihak Pindo Deli mengungkapkan permintaan maaf atau musibah yang terjadi. Musibah tidak ada yang mau, kita siap bertanggung jawab atas musibah yang terjadi,” katanya.

“Kalo misal ditutup produksi kaustik soda, itu memberhentikan proses masuknya investasi. Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan dahulu oleh penyidik,” pungkasnya.