Beranda News Punya Sistem Kebersihan Buruk, Berikut 5 Kota Terkotor di Dunia

Punya Sistem Kebersihan Buruk, Berikut 5 Kota Terkotor di Dunia

44
Kota Terkotor di dunia
Kota Terkotor di Dunia (Foto: Istimewa/net.)

beritapasundan.com – Banyak orang yang mengira kalau polusi udara hanya disebabkan oleh pembuangan gas emisi dari kendaraan saja.

Jika ditelisik lebih dalam lagi, polusi udara bisa terjadi akibat banyak hal, mulai dari sanitasi yang buruk, penumpukan sampah yang berlebihan, bencana alam, dan faktor lainnya yang memperparah kondisi lingkungan yang berdampak pada kualitas kesehatan.

Dari semua faktor tersebut, banyak yang tidak menduga kalau sampah atau limbah juga berkontribusi besar terhadap peningkatan polusi udara.

Baca juga: 4 Barang Bekas yang Bisa Di Karyakan Jadi Hiasan Kamar

Tidak hanya sampah plastik saja, sampah dengan bentuk-bentuk yang lain seperti sampah kertas, sampah elektronik, hingga makanan busuk, juga melepas metana dan karbon dioksida yang buruk ke udara.

Maka dari itu, meminimalisir polusi udara tidak hanya cukup dengan mengurangi jumlah kendaraan saja.

Semua masyarakat juga harus berkontribusi seperti membuang sampah atau limbah dengan tepat.

Deretan Kota Terkotor di Dunia

Berdasarkan uraian di atas, tingkat kebersihan negara atau kota dapat dinilai dari berbagai aspek, termasuk sistem sanitasi dan proses pembuangan limbah.

Sayangnya, beberapa wilayah di dunia ini memiliki sistem kebersihan yang sangat buruk sehingga mendapat predikat sebagai kota-kota terkotor.

Berikut adalah daftar 5 kota terkotor di dunia yang dikutip dari berbagai sumber:

Hanoi, Vietnam

Hanoi juga termasuk salah satu kota terkotor di dunia dengan tingkat polusi udara yang cukup tinggi, sekitar 172 AQI.

Berdasarkan laporan Bank Dunia tahun 2021, 8 juta kendaraan yang terdaftar di kota ini menyumbang sedikitnya 30% polusi udara.

Selain dari kendaraan, penumpukan sampah berlebih di tempat pembuangan terbuka dan pembakaran sampah turut berkontribusi terhadap penurunan kualitas udara.

New Delhi, India

Polusi udara di New Delhi mencapai tingkat yang sangat tinggi, dengan nilai Indeks Kualitas Udara (AQI) antara 210 hingga 400 di beberapa area.

Salah satu penyebab utama kualitas udara yang buruk di kota ini adalah pembakaran bahan bakar biomassa.

Ditambah lagi, populasi yang padat berkontribusi pada peningkatan beban terhadap infrastruktur kota.

Peningkatan jumlah sampah mencapai 11,300 ton juga memperparah situasi polusi, mengingat pengelolaan sampah yang tidak memadai dapat menambah volume polutan di udara.

Lahore, Pakistan

Lahore, kota terbesar kedua di Pakistan, menempati peringkat teratas dalam daftar 10 kota terkotor di dunia pada tahun 2023.

Dengan skor Indeks Kualitas Udara (AQI) yang mencapai 216, kondisi polusi di Lahore sangat buruk, dipicu oleh emisi dari kendaraan bermotor dan aktivitas industri yang tidak terkendali.

Selain itu, infrastruktur pengelolaan limbah yang tidak adekuat berkontribusi pada masalah ini, dimana sungai terdekat sering dijadikan lokasi pembuangan sampah.

Kondisi ini semakin memperparah pencemaran lingkungan dan mengancam kesehatan publik.

Baca juga: 21 Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS, Berikut Daftarnya

Beijing, China

Beijing, salah satu kota terpadat di Tiongkok, menghadapi polusi udara parah dengan skor Indeks Kualitas Udara (AQI) mencapai 206.

Polusi ini tidak hanya berasal dari emisi kendaraan dan kegiatan industri, tetapi juga dari tekanan pada sistem Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Selain itu, penanganan sampah yang tidak efektif turut berkontribusi pada masalah lingkungan.

Sebagai bentuk protes terhadap kondisi ini, perusahaan Beijing Air bahkan mengemas udara kotor kota ini sebagai souvenir.

Dhaka, Bangladesh

Sebagai ibu kota, seharusnya Bangladesh harus mempertahankan kebersihan kota yang menjadi tempat pertama yang didatangi oleh wisatawan.

Tapi sayangnya, kota yang menghasilkan sekitar 6.000 ton sampah setiap hari ini memiliki sistem pengelolaan yang kurang efisien.

Banyak dari sampah ini tidak terkumpul secara memadai dan akhirnya menumpuk di jalanan, gang, dan tempat-tempat terbuka lainnya.

Kondisi ini tidak hanya membuat kota ini terlihat kumuh saja, tetapi juga menjadi sumber penyakit bagi warga setempat. (*)