
KARAWANG – Para pemain film Musuh dalam Selimut menyapa penonton saat melakukan kunjungan ke Studio XXI Ramayana Karawang, Sabtu (27/12/2025). Kehadiran para pemeran film Musuh dalam Selimut ini disambut antusias oleh penggemar yang ingin lebih dekat dengan para aktor dan aktris film drama emosional tersebut.
Dalam kesempatan itu, Yasmin Napper, Megan Domani, Fitriah Agustina, dan Cakrawala Ariawan berbagi pengalaman selama proses produksi film Musuh dalam Selimut, mulai dari pendalaman karakter hingga pesan moral yang ingin disampaikan kepada penonton melalui film Musuh dalam Selimut.
Yasmin Napper yang memerankan tokoh utama Gadis mengungkapkan bahwa karakter Gadis dalam film Musuh dalam Selimut mengalami perjalanan emosi yang kompleks. Di awal cerita, Gadis digambarkan sebagai sosok yang tenang dan polos. Namun, konflik demi konflik membuatnya harus berubah menjadi pribadi yang lebih kuat dan waspada.
Baca juga: Banyak Spot Foto Estetik, Vilo Lakeside Cikarang Langsung Hits
“Gadis belajar bahwa dunia tidak selalu sebaik yang dia pikir,” ujar Yasmin Napper.
Untuk mendalami perannya di film Musuh dalam Selimut, Yasmin menjalani proses reading intensif bersama sutradara Hadrah Daeng Ratu. Ia juga membangun chemistry dengan pemain lain seperti Megan Domani dan Arbani Yasiz agar adegan emosional terasa lebih natural dan menyentuh.
Sementara itu, Megan Domani yang memerankan karakter Suzy mengatakan bahwa perannya di film Musuh dalam Selimut memiliki kedalaman emosi yang cukup kuat. Menurut Megan, banyak sisi karakter Suzy yang baru akan terungkap secara utuh ketika penonton menyaksikan film secara keseluruhan.
“Banyak adegan emosional yang benar-benar menantang dan tidak ditampilkan di trailer,” kata Megan Domani.
Fitriah Agustina yang berperan sebagai Gita menjelaskan bahwa karakternya merupakan sahabat setia Gadis dalam film Musuh dalam Selimut. Meski tampil ceria dan ringan, Gita memiliki peran penting sebagai penopang emosional di tengah situasi sulit yang dialami tokoh utama.
“Di sini aku berusaha jadi Gita yang funny dan lucu, tapi tetap kuat menemani sahabatnya,” tutur Fitriah.
Ia menambahkan bahwa arahan sutradara sangat membantu dalam membangun dinamika hubungan antarkarakter di film Musuh dalam Selimut, sehingga emosi yang disampaikan terasa lebih hidup.
Sementara itu, Cakrawala Ariawan yang memerankan tokoh Indarto mengungkapkan tantangan teknis selama proses syuting. Salah satu adegan paling berkesan baginya adalah pengambilan gambar long shot di lokasi basement pada malam hari dengan kondisi suhu yang cukup ekstrem.
“Syuting di basement malam hari itu cukup tricky, apalagi dengan tuntutan adegan fisik yang lumayan berat,” ujarnya.
Selain menyajikan drama emosional, film Musuh dalam Selimut juga membawa pesan moral yang kuat. Yasmin Napper menekankan pentingnya mendengarkan insting sebagai bentuk kewaspadaan terhadap situasi yang tidak aman.
“Kalau ada sesuatu yang terasa off, itu patut didengarkan,” tegasnya.
Baca juga: Karang Taruna Karawang Gelar Grand Final Duta Pelajar 2025, Cetak Generasi Muda Berkarakter Sosial
Senada dengan itu, Megan Domani menilai film Musuh dalam Selimut menjadi pengingat agar tidak mudah percaya kepada orang lain, terutama orang yang baru dikenal.
“Jangan terlalu gampang percaya, apalagi sama orang yang baru kita kenal,” ujar Megan.
Para pemain berharap film Musuh dalam Selimut dapat memberikan pengalaman emosional yang mendalam sekaligus mengajak penonton untuk lebih peka terhadap insting, kepercayaan, dan kehati-hatian dalam kehidupan sehari-hari. (*)













