Beranda Otomotif dan Teknologi Pavel Durov Diciduk di Prancis: Pendiri Telegram di Bawah Sorotan Hukum

Pavel Durov Diciduk di Prancis: Pendiri Telegram di Bawah Sorotan Hukum

25
Pavel Durov
Ilustrasi (Foto: net)

beritapasundan.com – Pavel Durov, pendiri aplikasi pesan instan Telegram, dilaporkan telah diciduk oleh pihak berwenang di Prancis. Penangkapan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat reputasi Durov sebagai salah satu tokoh terkemuka di dunia teknologi.

Durov, yang dikenal karena ketegasannya dalam menjaga privasi pengguna Telegram, sebelumnya telah menjadi sorotan karena sikapnya yang keras terhadap upaya pemerintah di berbagai negara untuk mengawasi komunikasi pengguna aplikasi tersebut. Telegram sendiri sering dikritik oleh berbagai pemerintah karena dianggap memberikan ruang bagi aktivitas terlarang, meskipun Durov selalu menegaskan bahwa privasi adalah hak fundamental yang harus dilindungi.

Baca juga: Kerena Judi online dan Konten Dewasa, Telegram dan X Terancam Diblokir

Penangkapan ini diduga terkait dengan penyelidikan yang lebih luas mengenai aktivitas ilegal yang diduga difasilitasi melalui Telegram. Meskipun belum ada pernyataan resmi dari Durov atau tim hukumnya, banyak spekulasi muncul terkait alasan di balik penangkapan ini. Beberapa pihak menduga bahwa ini adalah bagian dari tekanan pemerintah untuk membuat Durov lebih kooperatif dalam hal penyediaan data pengguna kepada otoritas penegak hukum.

Kasus ini segera menjadi pusat perhatian internasional, dengan banyak pihak yang menunggu perkembangan lebih lanjut. Pengamat teknologi dan hak asasi manusia khawatir bahwa penangkapan Durov bisa menjadi preseden buruk bagi kebebasan digital dan privasi di masa depan.

Meskipun demikian, belum ada konfirmasi resmi mengenai dakwaan yang dihadapi Durov. Para pendukungnya berharap bahwa Durov akan segera dibebaskan dan tetap teguh dalam memperjuangkan kebebasan internet serta privasi pengguna.

Baca juga: 3 Trik Mudah Mengirim Video Panjang di WhatsApp Tanpa Terpotong

Dengan situasi yang masih berkembang, dunia kini menunggu langkah selanjutnya dari otoritas Prancis dan tanggapan dari Pavel Durov sendiri. Apakah ini akan menjadi titik balik dalam sejarah Telegram, ataukah Durov akan terus bertahan menghadapi tekanan global? Hanya waktu yang akan menjawab. (*)