Beranda Headline Pasca Lebaran, Volume Sampah di Karawang Meningkat, Per Hari Bisa Capai 600...

Pasca Lebaran, Volume Sampah di Karawang Meningkat, Per Hari Bisa Capai 600 Ton

77
Kondisi tempat pembuangan sampah di Karawang (Foto: El)

KARAWANG- Pasca liburan Hari Raya Idul Fitri, timbunan sampah di Karawang meningkat sebanyak 20 persen. Per harinya sampah yang terangkut bisa mencapai sekitar 500 sampai 600 ton.

Lucky Mandra Dwi Putra, Kepala UPTD Wilayah 1 Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang menyebutkan, dari tahun ke tahun peningkatan sampah di bulan Ramadhan maupun hari raya memang terjadi, hal tersebut disebabkan karena tingkat konsumtif warga meningkat.

“Biasanya memang dari tahun ke tahun, selama ramadhan peningkatan sampah itu memang ada. Paling maksimal mencapai 20 persen, karena tingkat konsumtif warga-warga kan meningkat,” ujarnya saat diwawancarai di ruang kerja, Kamis (27/4).

Baca juga: PPP Deklarasi Ganjar Pranowo Sebagai Capres 2024

Ia memaparkan, potensi timbunan sampah diseluruh Karawang per hari kurang lebih mencapai 800 ton. Di tahun lalu pihaknya mengangkut 400 sampai 500 ton saja dan di tahun ini mengalami sedikit peningkatan.

“Pasca lebaran tahun ini, yang diangkut sekitar 500 sampe 600 ton dengan lingkup seluruh Kabupaten Karawang,” paparnya.

Hingga saat ini, untuk meminimalisir penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalupang, pihaknya masih mengandalkan Bank Sampah Induk (BSI), Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS), Tempat Pembuangan Sampah Reduce, Reuce, Recycle (TPS3R) dan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST).

Baca juga: Masuki Arus Balik, Jasa Marga Imbau Masyarakat Tunda Perjalanan dari Kampung Halaman

Sebelum membuang sampah ke TPA, sampah-sampah yang diangkut diminimalisir terlebih dahulu dengan membuangnya ke BSI, TPSS, TPS3R dan TPST.

“Kita minimalisir, misal sampah 100 persen dikurangi dulu. Jadi nanti yang masuk ke Jalupang hanya residu,” kata Lucky.

Lucky berharap, dalam urusan sampah ini semua masyarakat bisa terlibat. Untuk mengurangi produksi sampah, masyarakat harus memiliki kesadaran akan kebersihan di lingkungannya masing-masing.

Baca juga: NasDem Karawang Lakukan Konsolidasi Pemenangan Saan Mustopa di Pilgub Jabar

Secara khusus, ia juga berharap di wilayah kota pada pedagang maupun toko untuk menyediakan tempat sampah secara mandiri. Ia memantau, hingga saat ini para pedagang rata-rata masih mengandalkan tong pembuangan dari Pemerintah.

“Ini bukan masalah sektoral saja, semua unsur masyarakat harus terlibat. Kita juga pengen pedagang atau toko punya tempat sampah, sejauh ini kebanyakan mengandalkan tong dari Pemda, ayok bangun kesadaran bareng-bareng,” pungkasnya.