Beranda Pernak Pernik Misteri Santet di Desa Tertutup

Misteri Santet di Desa Tertutup

45
Misteri Santet di Desa Tertutup

Di sebuah desa terpencil di Pulau Jawa, terdapat kisah tentang kekuatan gelap yang selama bertahun-tahun tersembunyi di balik hutan lebat dan kabut pekat. Desa itu bernama Karangjati, tempat yang dikelilingi oleh cerita-cerita menyeramkan tentang ilmu hitam yang disebut santet.

Malam itu, di ujung musim kemarau, angin dingin berhembus kencang menerpa rumah-rumah penduduk. Awan gelap menggantung di langit, menutupi bulan purnama. Warga desa mulai mendengar suara-suara aneh—bisikan halus yang menyusup ke telinga mereka saat mata mereka tertutup lelap. Setiap orang merasakan kegelisahan yang sama, seolah ada sesuatu yang jahat sedang merayap di udara.

Di rumah tua di pinggir desa, tinggal seorang wanita paruh baya bernama Nyi Sari, yang dikenal sebagai dukun kampung. Ia satu-satunya orang yang paham benar tentang dunia gaib. Namun, belakangan ini, Nyi Sari jarang keluar dari rumahnya. Orang-orang berbisik bahwa dia sudah terkena kutukan dari kekuatan yang lebih besar.

Suatu malam, seorang pemuda bernama Ardi, yang baru saja pulang dari kota, mendapati desanya berubah menjadi suram dan penuh rahasia. Ardi mendengar kabar bahwa banyak warga yang sakit mendadak, dengan gejala aneh—mereka muntah darah, tubuh menghitam, dan ada benda-benda tajam yang keluar dari kulit mereka, seperti jarum, paku, atau pecahan kaca. Dokter desa tak bisa menjelaskan, dan satu per satu korban berjatuhan.

Ardi, yang tidak percaya pada takhayul, memutuskan untuk mencari tahu. Ia mendatangi Nyi Sari, berharap wanita tua itu bisa memberikan penjelasan. Namun, rumah Nyi Sari sudah kosong. Di atas meja, hanya ada secarik kertas dengan tulisan tangan gemetar: “Dia datang kembali. Aku tidak bisa menghentikannya kali ini.”

Malam semakin larut, dan Ardi merasa ada sesuatu yang mengawasinya dari dalam kegelapan. Ia mendengar suara ketukan di jendela. Dengan hati-hati, ia mendekati jendela itu, dan melihat sosok berjubah hitam berdiri di luar. Wajahnya tertutup, hanya mata merah menyala yang terlihat di balik kain hitam itu. Tanpa suara, sosok itu menghilang dalam kabut.

Ardi tahu, ini adalah tanda *santet*. Dia ingat cerita yang pernah didengarnya semasa kecil—tentang dukun santet legendaris yang dahulu pernah diusir dari desa itu. Konon, dukun itu telah bersumpah akan kembali dan membalas dendam.

Desa Karangjati kini di ambang kehancuran. Ardi menyadari bahwa satu-satunya cara untuk menghentikan teror ini adalah mencari tahu siapa yang telah memanggil kembali kekuatan gelap itu. Dengan bantuan beberapa orang yang masih percaya padanya, Ardi memulai pencariannya, menyusuri jejak-jejak tua yang ditinggalkan para leluhur desa. Mereka akhirnya menemukan bahwa bukan hanya Nyi Sari yang mengetahui rahasia kelam desa itu. Ternyata, ada seseorang dari dalam desa sendiri yang membuka pintu bagi kekuatan gelap tersebut—seseorang yang tidak puas dengan takdirnya, dan memilih menggunakan santet untuk mengambil apa yang bukan haknya.

Malam itu, ketika bulan purnama kembali naik, Ardi dan kawan-kawannya berdiri di tepi hutan, menatap ke dalam kegelapan. Mereka tahu, sekali masuk, tidak ada jalan kembali.