Beranda Otomotif dan Teknologi Meta Terapkan Kebijakan Baru untuk Hapus Konten yang Menyerang ‘Zionis’

Meta Terapkan Kebijakan Baru untuk Hapus Konten yang Menyerang ‘Zionis’

25
Zionis
Ilustrasi Meta (Foto: net.)

beritapasundan.com – Meta, perusahaan induk dari Facebook dan Instagram, telah mengumumkan kebijakan baru yang mengatur penghapusan konten yang menyerang ‘Zionis’.

Kebijakan ini diambil setelah melalui serangkaian konsultasi dan penelitian yang menunjukkan bahwa istilah ‘Zionis’ sering kali digunakan untuk merujuk pada orang Yahudi dan Israel, bukan hanya pendukung gerakan politik Zionisme.

Dalam pernyataannya, Meta menyatakan bahwa konten yang “menyerang ‘Zionis’ ketika tidak secara eksplisit tentang gerakan politik” akan dihapus, khususnya jika konten tersebut menggunakan stereotip antisemit atau mengandung intimidasi atau kekerasan yang ditujukan kepada orang Yahudi atau Israel.

Baca juga: Meta Tingkatkan AI pada Platformnya dengan Fitur Interaksi Foto di WhatsApp

Kebijakan ini diperkenalkan sebagai respons terhadap peningkatan ketegangan di Timur Tengah dan laporan yang menunjukkan bahwa serangan terhadap ‘Zionis’ sering kali memiliki konotasi yang merendahkan.

Meta menjelaskan bahwa mereka telah menerima masukan dari 145 pemangku kepentingan global yang mewakili masyarakat sipil dan akademisi. Masukan ini membantu Meta dalam membentuk pemahaman yang lebih baik tentang penggunaan dan konotasi istilah ‘Zionis’.

“Setelah mendengar masukan dan melihat penelitian dari berbagai perspektif, kami sekarang akan menghapus ujaran yang menargetkan ‘Zionis’ di beberapa area,” tulis Meta dalam blog resminya.

Kebijakan baru ini muncul di tengah kontroversi yang lebih luas mengenai cara Meta menangani konten pro-Palestina. Human Rights Watch telah mengkritik Meta karena membatasi konten yang mendukung Palestina, menuding perusahaan tersebut gagal dalam membiarkan kebebasan berekspresi terkait pelanggaran hak asasi manusia dan gerakan politik.

Meta juga dikritik oleh beberapa karyawannya sendiri, yang mengeluarkan surat terbuka yang menyatakan keprihatinan atas dukungan tidak langsung perusahaan terhadap tindakan Israel terhadap Palestina.

Kebijakan baru ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh platform media sosial besar dalam menyeimbangkan kebebasan berekspresi dengan kebutuhan untuk membatasi ujaran kebencian dan konten yang dapat memicu kekerasan.

Baca juga: WhatsApp Kembangkan Fitur Penerjemah Otomatis untuk Permudah Komunikasi Multibahasa

Meta menegaskan komitmennya untuk mengikuti peraturan dan berupaya menjadi platform yang responsif terhadap masukan dari berbagai kelompok masyarakat.

Dengan kebijakan baru ini, Meta berharap dapat menciptakan lingkungan online yang lebih aman dan inklusif, di mana diskusi politik dapat berlangsung tanpa mengorbankan martabat dan keselamatan individu. (*)