Beritapasundan.com- Hipotermia adalah kondisi serius yang terjadi ketika suhu tubuh turun drastis di bawah batas normal, yaitu 35 derajat Celsius. Kondisi ini dapat mengancam nyawa jika tidak segera ditangani.
Biasanya hipotermia terjadi karena tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada yang bisa dihasilkan, terutama di lingkungan dingin. Berikut adalah penyebab umum hipotermia dan langkah-langkah untuk mengatasinya.
Penyebab Hipotermia
Paparan Cuaca Dingin yang Berlebihan
Suhu ekstrem, terutama di daerah pegunungan atau saat musim hujan, dapat menyebabkan tubuh kehilangan panas dengan cepat. Berada di luar ruangan tanpa perlindungan yang memadai meningkatkan risiko hipotermia.
Baca juga: Waspadai Penyakit di Musim Hujan, Begini Tips Pencegahannya
Basah karena Hujan atau Air
Pakaian basah karena hujan atau terjatuh ke dalam air dingin mempercepat hilangnya panas tubuh. Air menarik panas dari tubuh 25 kali lebih cepat dibandingkan udara.
Kekurangan Energi atau Dehidrasi
Tubuh membutuhkan energi untuk menghasilkan panas. Kurangnya asupan makanan atau cairan, terutama di lingkungan dingin, membuat tubuh lebih rentan terhadap hipotermia.
Kondisi Kesehatan Tertentu
Penyakit seperti diabetes, gangguan tiroid, atau konsumsi alkohol berlebihan dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk mengatur suhu, sehingga meningkatkan risiko hipotermia.
Baca juga: Bahaya Tersembunyi Thrifting: Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai
Usia
Anak-anak dan lansia lebih berisiko terkena hipotermia karena kemampuan tubuh mereka untuk mengatur suhu tidak sekuat orang dewasa muda.
Gejala Hipotermia
Hipotermia biasanya diawali dengan menggigil, yang merupakan respons tubuh untuk menghasilkan panas. Jika suhu tubuh terus turun, gejala berikut dapat muncul:
- Kulit pucat atau kebiruan.
- Denyut nadi yang melemah.
- Kebingungan, bicara melantur, atau sulit berbicara.
- Kelelahan ekstrem.
- Kehilangan kesadaran pada kasus yang parah.
Baca juga: 7 Tips Mudah Belajar Memahami Filsafat
Cara Mengatasi Hipotermia
Jika seseorang mengalami hipotermia, langkah-langkah berikut dapat dilakukan:
Pindahkan ke Tempat HangatS
egera bawa korban ke tempat yang hangat dan terlindung dari angin atau hujan. Jika memungkinkan, ganti pakaian basah dengan pakaian kering.
Berikan Selimut atau Penghangat
Bungkus korban dengan selimut hangat, termasuk kepala dan leher. Anda juga bisa menggunakan sumber panas seperti botol air hangat yang dibalut kain untuk membantu menghangatkan tubuh.
Berikan Minuman Hangat
Jika korban masih sadar, berikan minuman hangat seperti teh atau cokelat panas. Hindari minuman berkafein atau beralkohol, karena dapat memperburuk kondisi.
Gunakan Teknik Penghangatan Tubuh ke Tubuh
Jika tidak ada alat penghangat, gunakan tubuh Anda untuk mentransfer panas. Peluk korban erat sambil membungkus diri dengan selimut bersama-sama.
Hindari Pemanasan Mendadak
Jangan menggunakan air panas atau pemanas listrik secara langsung, karena dapat menyebabkan kerusakan jaringan tubuh. Pemanasan harus dilakukan secara perlahan dan bertahap.
Segera Cari Bantuan Medis
Hipotermia adalah kondisi darurat medis. Jika suhu tubuh korban sangat rendah atau ia kehilangan kesadaran, segera hubungi layanan medis darurat.
Hipotermia dapat dicegah dengan berpakaian sesuai cuaca, menjaga tubuh tetap kering, dan mengonsumsi makanan serta minuman yang cukup.
Tetap waspada terhadap lingkungan dingin, terutama jika Anda bepergian ke daerah pegunungan atau saat musim hujan. Kesadaran akan penyebab dan cara mengatasi hipotermia dapat menyelamatkan nyawa.














