Beranda Khazanah Makna Filosofi Perlombaan 17 Agustusan yang Wajib Diketahui

Makna Filosofi Perlombaan 17 Agustusan yang Wajib Diketahui

108
Ilustrasi kemerdekaan RI, lomba 17 Agustus. (Photo by Rafael Atantya on Unsplash)

Beritapasundan.com- Bulan Agustus tepatnya ditanggal 17 menjadi hari bersejarah bagi masyarakat Indonesia. Setiap tahunnya, masyarakat pasti ramai-ramai merayakan hari tersebut.

Tahukah kalian, perayaan lomba-lomba khas yang biasa diselenggarakan pada bulan Agustus, sebetulnya sudah ada sejak era kemerdekaan RI yang ke 5 tepat ditahun 1950an.

Sejarawan dan Budayawan JJ Rizal pernah mengatakan, di balik keseruannya, lomba balap karung, makan kerupuk, tarik tambang dan panjat pinang adalah lomba khas yang memiliki sejarahnya tersendiri.

Baca juga: Sambut HUT RI ke-78, Pemerintah Siapkan Sederat Kegiatan dari Awal Agustus

“Masyarakat yang memunculkan lomba itu sejak perayaan HUT Kemerdekaan RI yang kelima, sebelumnya sama sekali tidak ada lomba,” kata JJ Rizal.

Beragam literatur sejarah juga memaparkan bahwa lomba-lomba khas tersebut memiliki filosofi yang menggambarkan perjuangan masyarakat Indonesia dimasa penjajahan.

Berikut filosofi lomba 17 Agustusan yang telah kami rangkum:

  1. Balap Karung

Biasanya lomba ini menggunakan karung goni yang sudah bekas, pemain harus masuk ke dalam karung dan berlari loncat-loncat menuju garis finish.

Ternyata, lomba balap karung merupakan simbol dari pakaian sederhana yang dikenakan masyarakat Indonesia pada masa penjajahan.

Baca juga: PB PMII Bahas IKN dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka

  1. Makan Kerupuk

Perlombaan ini cukup sederhana karena hanya perlu menggantungkan krupuk pada tali. Ternyata kesederhanaan lomba ini merupakan gambaran bahwa zaman dahulu masyarakat Indonesia hanya memakan makanan sederhana seperti kerupuk.

  1. Tarik Tambang

Tarik Tambang adalah lomba berbentuk tim, ada 2 tim yang memainkan lomba ini secara bersamaan.

Makna dari saling menarik tambang adalah simbol perjuangan keras para pahlawan yang dahulu diperintah untuk kerja paksa. Filosofi lainnya, tarik tambang merupakan simbol dari gotong royong dan solidaritas masyarakat Indonesia meskipun dalam keadaan sulit.

Baca juga: Siap-Siap CPNS 2023 Dibuka September, Begini Tips Biar Lolos Seleksi

  1. Panjat Pinang

Sama seperti tarik tambang, lomba panjat pinang juga termasuk kategori lomba tim. Tiap tim mendapat tantangan untuk memanjat bambu yang licin, namun diujung bambu paling puncak sudah tersedia ragam hadiah yang menggantung.

Dahulu lomba ini diadakan sebagai hiburan para kolonial Belanda, mereka ingin menonton pribumi memperebutkan bawang merah, gula, keju hingga pakaian. Mereka menjadikan pribumi bahan tertawaan, namun panjat pinang disimbolkan sebagai perjuangan masyarakat Indonesia dalam mencapai kemerdekaan.