Beranda Headline Lansia Terlantar di Karawang Dievakuasi Dinsos, Hidup Sebatang Kara dan Sakit

Lansia Terlantar di Karawang Dievakuasi Dinsos, Hidup Sebatang Kara dan Sakit

15
Lansia Terlantar
Dinsos Kabupaten Karawang evakuasi lansia terlantar di Desa Cikampek Utara, Kecamatan Kotabaru (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Kisah pilu seorang lansia terlantar di Kabupaten Karawang akhirnya mendapat perhatian dari pemerintah. Kyai Slamet (76), warga Desa Cikampek Utara, Kecamatan Kotabaru, dievakuasi oleh Dinas Sosial Karawang usai diketahui hidup sebatang kara dalam kondisi sakit dan tak terurus.

Asep Riyadi, Pekerja Sosial Ahli Pertama Dinsos Karawang, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga sekitar awal Juni 2025. Setelah dicek ke lokasi, kondisi Kyai Slamet dinilai sangat memprihatinkan.

“Lansia ini stroke, tidak bisa bicara jelas, sudah pikun dan tidak punya keluarga. Hidup sendiri di rumah kontrakan,” ujar Asep saat diwawancarai pada Rabu (2/7/2025).

Baca juga: Gudang Limbah Tekstil di Karawang Timur Ludes Terbakar, Ini Kata Damkar

Diketahui, Kyai Slamet berasal dari Jawa Tengah dan sudah lama merantau ke Karawang. Ia pernah berjualan boneka di sekitar Stasiun Cikampek, namun karena usia dan sakit yang dideritanya, ia tidak lagi mampu bekerja.

“Dulu Karawang pusat boneka, si kakek jualan di stasiun. Sekarang kondisinya renta, sudah tidak sanggup kerja,” tambah Asep.

Pada Kamis (28/6), Dinsos Karawang mengevakuasi Kyai Slamet ke Rumah Singgah untuk diberikan perawatan awal. Di sana ia dimandikan, diperiksa kesehatannya, dan diberi tempat istirahat layak.

“Saking bingungnya, beliau kadang suka merangkak ke jalan untuk tidur. Mungkin seperti nostalgia masa mudanya dulu saat jualan boneka,” ujar Asep.

Baca juga: Dinilai Acuh Terkait Penyitaan Dividen Petrogas, KBC Sentil Para Anggota DPRD Karawang

Setelah dirawat sementara selama empat hari, Kyai Slamet dipindahkan ke Griya Lansia Telukjambe milik Dinsos Provinsi Jawa Barat agar mendapat pendampingan dan perawatan lebih memadai.

“Di Rumah Singgah kami terbatas SDM, tapi di panti ada perawat dan pendamping. Kami ingin memastikan lansia terlantar seperti beliau bisa hidup lebih layak,” tutupnya. (*)