Beranda News Ketum PSI Silaturahmi ke Pengurus JNU Karawang, Ini yang Dibahas

Ketum PSI Silaturahmi ke Pengurus JNU Karawang, Ini yang Dibahas

100
Ketum PSI Giring Ganesha menyambangi Kantor JNU Karawang (Foto: Istimewa)

KARAWANG- Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha dan rombongan partainya menyambangi Kantor JNU (Jamaah Nahdlatul Ulama) di Gedung Al Fatmah, Jalan Dewi Sartika, Karawang, Sabtu (11/03/23).

Giring didampingi Ketua DPD PSI Karawang Zeruner Sihotang dan Pengurus DPD PSI lainnya diterima langsung Ketua Umum JNU Karawang, KH. Ahmad Ruhyat Hasby atau yang akrab disapa Kang Uyan.

Kang Uyan didampingi Wakil Sekretaris NU Karawang Ahmad Rohiman dan beberapa pengurus JNU lainnya.

“Selamat datang pada Ketum PSI di Gedung Al Fatmah,” kata Kang Uyan menyambut Giring lalu beranjak masuk ke ruang rapat Gedung Al Fatmah untuk menggelar pertemuan secara tertutup.

Baca juga: PCNU Karawang Akan Bangunkan Rulahu untuk Keluarga Kurang Mampu di Batujaya

Seusai pertemuan, Wakil Sekretaris JNU Ahmad Rohiman mengatakan pada media bahwa pertemuan tersebut adalah bentuk silaturahmi dari Ketua Umum PSI dan diskusi tentang kebangsaan bersama Pengurus JNU Karawang.

“Dalam pertemuan yang sederhana, akrab dan hangat tadi, kami diskusi soal kebangsaan.
Tentu saja, kami mendukung gagasan-gagasan yang menjaga keutuhan NKRI, seperti toleransi, melawan radikalisme, dan melawan politik identitas,” ujar Kang Iman sapaan akrab dari Rohiman.

Kang Iman juga menceritakan bahwa dalam pertemuan itu Giring mengaku sebagai pecinta Presiden RI Ke-4, yakni KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

“Di tengah diskusi, beliau juga mengatakan sebagai muhibbin Gus Dur. Makanya, kami berikan buku ‘Ajaran-ajaran Gus Dur’ karya Mas Nur Kholik sebagai kenangan,” jelasnya.

Baca juga: Pendi Anwar Sambut Baik Mantan Ketua KPU Nyaleg di Partai Demokrat Karawang

Tolak Penundaan Pemilu 2024

Ketika ditanya pendapatnya soal wacana penundaan Pemilu 2024, Akp muda NU yang juga menjadi Koordinator Gusdurian Karawang mengklaim bahwa pihaknya menolak tegas lantaran dapat mencederai konstitusi.

“Dengan tegas kami tolak,” ucapnya.

Kang Iman juga menjelaskan alasannya tentang penolakan wacana penundaan Pemilu 2024 yang sedang ramai dibicarakan publik.

“Kan jelas Pemilu ini sebagai amanat konstitusi yang harus dipenuhi pelaksanaannya. Kalo Pemilu ditunda sama saja dengan mencederai konstitusi,” jelas Kang Iman.

Kang Iman juga mengklaim bahwa Gusdurian berkomitmen untuk mengawal Pemilu 2024 sebagai ajang bagi rakyat menggunakan hak politiknya.

“Kami akan mengawal Pemilu 2024 agar rakyat bisa memilih pemimpinnya secara jujur dan adil, ini sudah sesuai dengan amanah hasil Temu Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia di Surabaya pada bulan Oktober 2022,” pungkasnya.