
KARAWANG – Insiden kebakaran terjadi di RSUD Karawang pada Kamis pagi, 5 Februari 2026, sekitar pukul 05.20 WIB. Api diketahui muncul dari panel utama distribusi listrik yang terhubung dengan jaringan PLN, sehingga menyebabkan aliran listrik RSUD Karawang sempat terhenti dan berdampak pada sejumlah layanan medis.
Direktur RSUD Karawang, Andri Saiful Alam, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya pelayanan akibat kebakaran panel listrik tersebut. Ia memastikan, kebakaran hanya terjadi di area panel listrik dan tidak merambat ke bangunan maupun ruang pelayanan lainnya.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pasien dan masyarakat Karawang. Kebakaran di RSUD Karawang terjadi di panel distribusi listrik dari PLN sekitar pukul 05.20 WIB dan alhamdulillah dapat segera dipadamkan tanpa menjalar ke bagian lain,” ujar Andri.
Padamnya listrik RSUD Karawang menyebabkan sebagian layanan tidak dapat beroperasi secara normal. Namun, manajemen rumah sakit segera mengambil langkah cepat dengan mengaktifkan genset mobile untuk memastikan pelayanan di ruang-ruang prioritas tetap berjalan.
“Layanan kritis seperti IGD, ICU, VICU, dan ruang perawatan anak langsung kami amankan menggunakan genset mobile agar pelayanan tetap berlangsung,” jelasnya.
Meski demikian, beberapa layanan terpaksa dihentikan sementara, terutama layanan laboratorium yang sangat bergantung pada sistem kelistrikan dan jaringan data. Andri menegaskan bahwa seluruh aspek vital telah dimitigasi dengan baik.
“Stok darah dan peralatan penting telah kami amankan dengan memindahkannya ke PMI dan Dinas Kesehatan. Kondisinya dipastikan aman,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa panel listrik RSUD Karawang yang terbakar merupakan instalasi lama sejak awal berdirinya rumah sakit dan sebenarnya telah masuk dalam rencana penggantian.
“Panel listrik ini sudah lama direncanakan untuk direkonstruksi. Bahkan sejak tahun lalu sudah dinilai perlu diganti, namun kebakaran panel listrik terjadi sebelum proses tersebut terlaksana,” ungkap Andri.
Sementara itu, pelayanan rawat jalan RSUD Karawang terpaksa dihentikan sementara karena tidak dapat mengakses sistem BPJS Kesehatan yang berbasis elektronik. Diketahui, sekitar 95 persen pasien RSUD Karawang merupakan peserta BPJS Kesehatan.
“Karena sistem data tidak bisa diakses, rawat jalan sementara dihentikan. Untuk pasien gawat darurat tetap kami layani, sementara sebagian lainnya kami rujuk ke rumah sakit terdekat agar penanganan tetap optimal,” tambahnya.
Di sisi lain, Kepala BPBD Karawang, Usep Supriatna, menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran RSUD Karawang sekitar pukul 05.30 WIB dan langsung mengerahkan petugas ke lokasi kejadian.
“Sekitar 15 menit setelah laporan diterima, api berhasil kami padamkan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, hanya beberapa kabel pada panel listrik yang mengalami kerusakan,” ujar Usep.
BPBD Karawang bersama PLN turut membantu penyediaan genset tambahan untuk mendukung operasional RSUD Karawang. Seluruh pegawai dan pasien di sekitar lokasi kejadian telah dievakuasi dan dipastikan dalam kondisi aman. (*)













