Beranda News Karantina Indonesia Genap 148 Tahun: Menjaga Negeri, Melindungi Hayati Nusantara

Karantina Indonesia Genap 148 Tahun: Menjaga Negeri, Melindungi Hayati Nusantara

11
Karantina Indonesia
Momentum Hari Karantina ke-148 menjadi refleksi komitmen Karantina Indonesia dalam menjaga sumber daya alam hayati dan ketahanan pangan nasional. (Foto: Istimewa)

BEKASI – Badan Karantina Indonesia memperingati Hari Karantina ke-148 yang sekaligus menandai ulang tahun ke-2 Badan Karantina Indonesia pada 18 Oktober 2025. Puncak peringatan berlangsung melalui upacara di Bekasi, Senin (20/10/2025), dengan tema “Karantina Menjaga Negeri.”

Kepala Badan Karantina Indonesia (Kabarantin) Sahat M. Panggabean mengatakan, peringatan Hari Karantina bukan sekadar seremoni, tetapi refleksi panjang atas peran Karantina Indonesia dalam melindungi sumber daya alam hayati, sumber pangan, dan pakan dari ancaman hama dan penyakit.

“Tema Karantina Menjaga Negeri adalah wujud perjalanan panjang lembaga karantina yang telah hadir, tumbuh, dan berkontribusi nyata dalam menjaga kedaulatan negeri ini,” ujar Sahat dalam sambutannya.

Baca juga: Gerakan Wibawa Nusantara: Pesantren Karawang Bangkitkan Semangat Gotong Royong dan Kemandirian Bangsa

Menurutnya, Karantina Indonesia merupakan benteng terdepan dalam memastikan setiap wilayah NKRI terbebas dari ancaman biologis yang dapat merugikan masyarakat, perekonomian, dan lingkungan.

“Kita menegaskan kembali jati diri sebagai penjaga perbatasan hayati bangsa — pelindung dan penggerak pembangunan nasional,” imbuhnya.

Sejarah dan Transformasi Karantina Indonesia

Sahat menjelaskan, sejarah perkarantinaan di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1877, ketika upaya perlindungan pertanian dan peternakan mulai dilakukan secara sistematis. Kini, di bawah naungan Badan Karantina Indonesia, fungsi dan perannya semakin strategis — tidak hanya dalam pengawasan lalu lintas hewan, tumbuhan, dan produknya, tetapi juga dalam mendukung perdagangan, keamanan pangan, dan ketahanan ekonomi nasional.

“Karantina Indonesia bukan hanya pelindung, tetapi juga penggerak pembangunan nasional — menjaga negeri sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat,” kata Sahat.

Ia menegaskan, tantangan di masa depan semakin kompleks. Perdagangan global yang terbuka, perubahan iklim, dan kemajuan teknologi menuntut lembaga karantina untuk beradaptasi, berinovasi, dan berkolaborasi.

Transformasi Menuju Karantina Modern dan Digital

Sahat menyampaikan bahwa Karantina Indonesia tengah menjalani transformasi kelembagaan dan paradigma kerja, menuju lembaga yang modern, digital, responsif, dan berorientasi hasil.

“Kita harus mampu menghadirkan pelayanan karantina yang cepat, tepat, transparan, dan akuntabel. Dengan dukungan seluruh pegawai di pusat dan daerah, saya yakin Karantina Indonesia akan semakin kuat menjadi benteng hayati bangsa,” ujarnya tegas.

Baca juga: BUMDes Purwa Sejahtera Jadi Teladan, Fokus Kembangkan Budidaya dan Inovasi Lele

Menutup amanatnya, Sahat mengajak seluruh insan karantina untuk menjadikan momentum Hari Karantina ke-148 ini sebagai waktu untuk berbenah dan berkomitmen.

“Mari jadikan nilai-nilai kompeten, unggul, amanah, dan tangguh bukan sekadar semboyan, tetapi napas dalam setiap langkah pengabdian. Karantina Indonesia siap menjaga negeri dengan profesionalisme dan dedikasi tulus,” pungkasnya. (*)